"Ini kisah paling memalukan sepanjang sejarah PPDS. Dukunganku untuk korban dan keluarganya," tulis dokter Tirta dalam cuitannya di akun X @tirta_cipeng yang ditulis hari Rabu, 9 April 2025.
"Hal ini bisa menghancurkan trust pasien ke dokter anestesi di seluruh Indonesia. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya dan investigasi harus detail, apakah ada korban lain atau tidak," tegasnya.
Dokter Tirta juga menyampaikan dukungan kepada korban dan keluarganya, seraya meminta masyarakat untuk terus mengawal kasus ini.
Reaksi serupa juga muncul dari warganet di X. Banyak yang menyatakan kekecewaan dan kemarahan atas dugaan tindakan tersebut, dengan beberapa di antaranya menyerukan hukuman berat bagi pelaku.
"Oknum Residen/PPDS membius pasien tujuannya untuk berbuat yang tidak senonoh, astaghfirullah, naudzubillahi min dzalik," komentar akun @dr_koko28 yang merupakan akun milik dr. Andi Khomeini Takdir yang dulu pernah jadi Duta PP Satgas Covid tahun 2020 lalu.
"Serius ini dokter kan udah PPDS harusnya pinter tapi beneran akhlaknya najis, orang kaya gini gak ada empati sama sekali, bejat banget," komentar akun @elisiwja.
"Hukuman pidana pastinya, bahaya kalo dokter kaya gini udah dibiarin lulus bisa praktek malah meresahkan makin banyak korbannya," imbuh akun @verodelovey.
Namun, hingga artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit, kepolisian, atau Unpad terkait kebenaran informasi tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang isu di lingkungan PPDS di Indonesia. Sebelumnya, pada Agustus 2024, RSHS Bandung juga menjadi sorotan akibat kasus perundungan terhadap peserta PPDS Bedah Saraf Unpad, yang berujung pada pemecatan dua dokter senior.
Insiden tersebut menunjukkan adanya tantangan sistemik dalam lingkungan pendidikan dokter spesialis, termasuk soal etika dan profesionalisme.
Terbaru, dari pihak pasien sudah melapor ke pihak berwajib dan menuntuk dokter yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual sementara publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait masalah ini, berharap korban dapat mendapatkan keadilan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini