news

Kantor Tempo Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Begini Respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Minggu, 23 Maret 2025 | 14:56 WIB
Ilustrasi tanggapan kapolri terkait teror Kepala babi di kantor Tempo (Instagram @tempodotco)

SketsaNusantara.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit respon teror kiriman bangkai tikus dan kepala babi yang diterima kantor Tempo.

Pada 19 Maret 2025, kantor Tempo menerima paket kiriman berupa kepala babi yang dibungkus dalam kotak kardus dan dilapisi styrofoam yang ditujukan kepada salah satu jurnalis Tempo.

Jurnalis yang dimaksud merupakan host 'Bocor Alus' yang dikirimi paket kepala babi, Fransiska Christie Rosanna.

Baca Juga: TEMPO TIDAK GENTAR! Usai Diteror Kepala Babi Kini Bangkai Tikus, Bentuk Ancaman Mengerikan yang Mengintai Kebebasan Pers di Indonesia

Tanggal 22 Maret 2025, kembali kantor Tempo menerima kiriman paket berupa kotak yang berisi bangkai tikus yang sudah dipenggal kepalanya.

Atas 2 peristiwa yang tak mengenakkan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian meresponnya.

"Terkait kejadian Media Tempo, saya sudah perintahkan Kabareskrim untuk mengadakan penyelidikan lebih lanjut,'' ujarnya dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?

Melalui Kapolri, Polri berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik terhadap kasus ini.

"Saya kira, tentunya kita akan memberikan pelayanan terbaik untuk mendalami hal-hal tersebut (dialami redaksi Tempo)," lanjutnya.

Sebagai Kapolri ia menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus paket yang berisi kepala babi dan bangkai tikus yang dikirim ke kantor redaksi Tempo.

Baca Juga: Usai Sahkan RUU TNI, Komisi III DPR RI Siap Bahas RUU Polri dan Kejaksaan, Baskara Putra: Bang Udah Bang!

Untuk itu saat ini Mabes Polri telah membentuk tim untuk mengusut peneror serta apa motifnya.

Dimana sekitar 20 polisi mendatangi kantor Tempo dan telah mendokumentasikan bangkai tikus yang dikirim untuk penyelidikan lebih lanjut dilakukan Investigasi.

Halaman:

Tags

Terkini