SketsaNusantara.id - Industri manufaktur memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sebagai sektor penyumbang PDB terbesar, industri ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk memperkuat daya saing kawasan industri, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjalin kerja sama dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI).
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BRI dan HKI dalam acara Gathering Nasional Kawasan Industri 2025 di Menara BRILiaN, Jakarta, pada 18 Maret 2025.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto dan Sekjen HKI Priyo Budianto. Turut hadir dalam acara ini Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kawasan industri bukan sekadar lokasi bagi pabrik dan manufaktur. Menurut Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, kawasan industri adalah pusat ekosistem industrialisasi yang mendorong produktivitas nasional.
Pada tahun 2024, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang 17,16% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 4,75%. Sektor ini juga berkontribusi besar terhadap penerimaan pajak, mencapai 25,84%.
Baca Juga: Lebaran Nyaman! BRI Jamin Layanan E-Channel Aman dan Lancar untuk Pemudik
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada periode 2025-2029. Untuk mencapai target ini, strategi hilirisasi dan penguatan industri berbasis sumber daya alam menjadi prioritas. Sinergi antara BRI dan HKI diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan industri yang berdaya saing tinggi.
Sebagai institusi keuangan, BRI berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor industri dengan menyediakan layanan perbankan yang komprehensif. Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI Amam Sukriyanto menegaskan bahwa BRI siap mendukung industri manufaktur dengan berbagai produk unggulan yang dapat membantu ekosistem bisnis kawasan industri berkembang.
“BRI selalu mendukung upaya-upaya positif yang dapat membawa industri Indonesia terus tumbuh pesat. Dengan sinergi bersama HKI, kami optimistis dapat mengoptimalkan pertumbuhan bisnis kawasan industri di seluruh Indonesia melalui layanan perbankan yang komprehensif,” ujar Amam Sukriyanto.
Selain itu, BRI juga berkomitmen untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan bagi kawasan industri berwawasan lingkungan. Dengan skema pendanaan khusus, diharapkan investasi di sektor ini semakin berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hijau.
Pertumbuhan industri manufaktur yang kuat menjadi kunci dalam mencapai target ekonomi nasional. Dengan kerja sama ini, BRI dan HKI berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif dan kondusif bagi industri dalam negeri.
Melalui berbagai strategi, termasuk penguatan pembiayaan dan optimalisasi kawasan industri, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku usaha, dan sektor keuangan, industri nasional dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat global.***
Artikel Terkait
QLola by BRI Catat Transaksi Rp8.400 Triliun, Permudah Nasabah Kelola Keuangan
Dari Jepara ke Lima Benua! Inilah Kisah Inspiratif Perjalanan Els Artsindo Menaklukkan Pasar Mebel Dunia Lewat BRI UMKM EXPO(RT) 2025
BRI Perkuat Prinsip ESG: Inisiatif Ramah Lingkungan dan Keuangan Berkelanjutan
Smishing Makin Canggih! BRI Peringatkan Nasabah agar Tidak Terjebak Modus Penipuan Digital yang Merugikan
Demi Pemilu Lancar, Komitmen BRI Jombang Kelola RP 101 Miliar Lebih Serta Prioritaskan Layanan Bertransaksi Bagi Penyelenggara