SketsaNusantara.id - Atlet ganda putra badminton Indonesia, Fajar Alfian, menuai sorotan khususnya di platform X (Twitter).
Ia diduga memberikan komentar negatif terhadap seorang ibu yang sedang berorasi di Jakarta.
Komentar yang dianggap menghina dan body shaming oleh Fajar itu kini menjadi sorotan di media sosial.
Insiden bermula, ketika seorang ibu terlibat dalam orasi politik yang menyuarakan pendapatnya terkait pemilu dan isu-isu sosial pada Februari 2024 lalu.
Dimana dalam orasinya, ibu tersebut menyampaikan kritik terhadap pemilu yang dianggapnya curang dan menyerukan masyarakat untuk berani mengungkapkan kebenaran tanpa rasa takut.
Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan seruan "Allahu Akbar," yang semakin memanaskan isu tersebut di media sosial.
Tidak lama setelah potongan video orasi tersebut viral, netizen menemukan komentar yang diduga milik Fajar Alfian dan berisi penghinaan terhadap penampilan ibu tersebut.
"Ibu sehat?," tulis Fajar Alfian, dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @ifagenthong yang mengunggah tangkapan layar komentar pebulutangkis berusia 30 tahun itu.
"Ibu juga kalo pinter pasang gigi dulu bu," lanjut Fajar menambahkan komentarnya.
Meski kini telah dihapus, netizen yang melihat komentar Fajar itu marah besar.
Beberapa netizen menilai, Fajar tidak hanya tidak sopan, tetapi juga menyentuh isu body shaming yang tidak pantas.
Artikel Terkait
Inpres Efisiensi Belanja APBN dan APBD Picu Pro Kontra, Ganjar Pranowo Kritik Tegas Pemerintah: Harus Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat
Ahmad Dhani Disebut Misoginis! Aktivis Perempuan Kritik soal Usulan Naturalisasi Melalui 'Kawin Silang' yang Dianggap Tidak Memanusiakan Manusia
Kasus Kecurangan MinyaKita, Susi Pudjiastuti Kritik Kementerian Perdagangan, Usulkan Pembubaran dan Pembentukan Kementerian Ekspor
Lantang Kritik Keputusan Prabowo Subianto Pilih Ifan Seventeen Jadi Direktur Utama PT PFN, Kunto Aji Khawatirkan Fedi Nuril: Berani Banget!
Lika-Liku Perjalanan Karir Mat Solar 'Bajaj Bajuri': Dulu Kritik Pemerintah Orba Lewat Teater, Gagal Nyaleg hingga Tanah Digusur untuk Jalan Tol