6. Kegiatan Rutin Penutupan Kawasan Wisata dan Jalur Pendakian Semeru
Lebih lanjut, Kepala Balai Besar TNBTS juga menegaskan soal penutupan kawasan wisata Bromo dan jalur pendakian Gunung Semeru yang merupakan kegiatan rutin dilakukan pada awal tahun bukan untuk melindungi ladang ganja tetapi untuk keselamatan pendaki.
"Rutin biasanya area kawasan wisata dan jalur pendakian Gunung Semeru ditutup pada bulan Januari karena pada rentang waktu tersebut adanya cuaca buruk dan banyak pohon tumbang maupun terjadi tanah longsor," kata Rudi.
"Oleh karena itu untuk mengurangi resiko kecelamaan kawasan wisata ditutup sementara bagi keselematan pengunjung," tandasnya.
Melalui klarifikasi ini, pihak TNBTS berharap masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terpengaruh oleh spekulasi atau opini yang tidak berdasar terkait penemuan ladang ganja dan menghubungkannya dengan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi.
Terakhir, Balai Besar TNBTS juga secara terbuka menerima masukan dan laporan jika ada aktivitas mencurigakan yang bisa merusak area konservasi Taman Alam Nasional di kawasan Bromo dan Semeru.
"Kami menghimbau kepada seluruh pengunjung untuk menjaga kelestarian alam di area konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," kata Rudi.
"Jika ada aktivitas mencurigakan laporkan pada pihak berwenang baik dari pihak pengelola maupun aparat keamanan lainnya," pesannya.
Menurutnya, tak ada yang disembunyikan seperti spekulasi yang beredar dan pihak TNBTS meminta kerjasama masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan Bromo dengan mematuhi peraturan demi keselamatan bersama.
"Kolaborasi antara pihak TNBTS, aparat kemanan dan masyarakat dapat membantu menjaga keindahan dan melestarikan serta keberlanjutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai kawasan konservasi," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini