Kamis, 4 Juni 2026

Penguasa Baru Tanah Jawa Lahir dari Takdir Letusan Gunung Merapi, Kesultanan Demak hingga Jepara pun Takluk di Bawah Kerajaan ini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 Februari 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi, letusan Gunung Merapi membuat Kerajaan Mataram Islam menjadi penguasa Tanah Jawa. (Pexels/Muhammad Ilyasa)
Ilustrasi, letusan Gunung Merapi membuat Kerajaan Mataram Islam menjadi penguasa Tanah Jawa. (Pexels/Muhammad Ilyasa)

SketsaNusantara.id - Gunung Merapi bukan hanya saksi bisu sejarah, tetapi juga faktor utama dalam perubahan kekuasaan di Tanah Jawa.

Letusannya pada akhir abad ke-16 menjadi titik balik dalam perebutan kekuasaan antara Pajang dan Mataram Islam. Bencana alam ini secara tidak langsung pun mengukuhkan Panembahan Senopati sebagai penguasa Jawa.

Sebelum peristiwa besar itu, Mataram hanyalah sebuah wilayah hutan yang terbentang di atas puing-puing kerajaan Mataram Hindu.

Baca Juga: Sosok Raja Jawa Paling Bengis, Bunuh Anak Sultan Agung hingga Bantai 6.000 Ulama Pendukung Putra Mahkota Mataram Islam

Pada masa Sultan Pajang (Jaka Tingkir), daerah ini dianugerahkan kepada Ki Gede Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya dalam menumpas Arya Penangsang.

Ki Gede Pemanahan pun memulai pembangunan wilayah Mataram, menetap di Kotagede, dan menjalankan pemerintahan hingga wafat pada tahun 1584.

Sepeninggal Ki Gede Pemanahan, putranya, Ngabehi Loring Pasar, naik takhta dan bergelar Panembahan Senopati. Tak seperti ayahnya yang setia kepada Pajang, ia memilih untuk tidak tunduk pada kerajaan induk.

Baca Juga: Dijegal Adik Tiri, Kisah Pangeran Alit, Anak Sultan Agung yang Tercoret dari Tahta Kerajaan Mataram Islam

Keputusan tersebut memancing kemarahan Sultan Pajang, yang akhirnya melancarkan ekspedisi militer untuk menaklukkan Mataram.

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI & XVII oleh Drs. M. Yahya Harun, terbitan 1995, ketika pasukan Pajang bergerak menuju Mataram, Gunung Merapi meletus dahsyat.

Letusan ini bukan hanya mengacaukan medan pertempuran, tetapi juga memukul mundur pasukan Pajang yang tercerai-berai akibat kepanikan.

Baca Juga: Ki Ageng Jejer Guru Sultan Agung: Orang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Kerajaan Mataram Islam di Pulau Jawa

Situasi ini dimanfaatkan Panembahan Senopati untuk memperkuat posisinya. Tidak lama setelah ekspedisi itu gagal, Sultan Pajang wafat, menandai berakhirnya dominasi Pajang dan membuka jalan bagi kebangkitan Mataram Islam.

Dengan hilangnya ancaman dari Pajang, Panembahan Senopati mulai memperluas pengaruhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI & XVII, Drs. M. Yahya Haru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X