Minggu, 12 Juli 2026

Dijegal Adik Tiri, Kisah Pangeran Alit, Anak Sultan Agung yang Tercoret dari Tahta Kerajaan Mataram Islam

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 September 2024 | 13:45 WIB
Ilustrasi Pangeran Alit, putra mahkota Mataram Islam yang dijegal adik tiri (Freepik)
Ilustrasi Pangeran Alit, putra mahkota Mataram Islam yang dijegal adik tiri (Freepik)

 

SketsaNusantara.id - Sultan Agung adalah Raja Mataram Islam yang cukup disegani.

Di bawah kepemimpinannya, Mataram Islam berhasil menjadi salah satu kerajaan besar di Nusantara.

Sayangnya, di akhir masa kepemimpinannya, terjadi perebutan tahta kerajaan antara Pangeran Alit dan Raden Mas Syayidin.

Baca Juga: Mengulik Candi Asu yang Konon Merupakan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun dari Abad ke-9

Pangeran Alit adalah putra mahkota Kerajaan Mataram Islam yang merupakan anak Ratu Kulon, permaisuri Sultan Agung

Sementara Raden Mas Syayidin adalah anak Ratu Wetan, permaisuri muda Sultan Agung.

Walau Raden Mas Syayidin lebih tua dari Pangeran Alit, namun secara kedudukan, anak Ratu Kulonlah yang menjadi putra mahkota.

Baca Juga: Warisan Terkutuk di Magelang? Mitos Candi Asu, Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Kisahkan Sosok yang Dihukum Para Dewa

Pasalnya, Ratu Kulon kedudukannya lebih tinggi dari Ratu Wetan.

Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Museum Nusantara, Ratu Kulon diangkat terlebih dahulu sebagai permaisuri dibandingkan Ratu Wetan.

Ratu Wetan yang tak terima anaknya tak jadi putra mahkota akhirnya menghalalkan segala cara untuk merebut tahta.

Baca Juga: Benarkah Dilempar dari Mekkah sampai Tanah Jawa? Terkuak Asal Usul Misteri Batu Unik di Makam Sultan Agung

Berdasarkan situs Sejarah Cirebon, dengan konspirasi dan kepandaian Ratu Wetan dalam mempengaruhi Sultan Agung, Pangeran Alit akhirnya ‘dijegal’ sebagai putra mahkota.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: museumnusantara.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X