Abdul Haris Nasution pernah mengenyam pendidikan di Hollandse Inlandse School (HIS) yang setara dengan sekolah dasar.
Setelah lulus, ia melanjutkan ke jenjang sekolah menengah, Holandsche Indische Kweekschool atau HIK di Sumatera Utara.
Namun karena kedua orang tuanya pindah ke Jawa, Nasution akhirnya menempuh pendidikan di HIK Bandung.
Selanjutnya, AH Nasution kembali melanjutkan pendidikannya ke Algemeeenee Middelbare School atau AMS, sekolah persiapan untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Belanda.
Lulus dai AMS B di Jakarta, AH Nasution bekerja sebagai guru di Bengkulu dan Palembang pada tahun 1938-1980.
Setelah merasakan jadi guru, AH Nasution mengikuti ujian masuk Akademi Militer Belanda.
Saat Indonesia merdeka, ia cukup aktif dalam BKR (Badan Keamanan Rakyat) di Jawa Barat.
Karir Militer
Setelah bergabung dengan BKR di Jawa Barat, karir militer AH Nasution kian melesat.
Ia pernah menjabat sebagai Panglima Divisi I Siliwangi, Panglima Markas Besar Komando Djawa (MBKD), Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Menko KASAB hingga Ketua MPRS.
Saat menjadi Kepala Staf AD, AH Nasution berhasil menumpas berbagai pemberontakan sehingga ia menjadi target dalam pemberontakan G30S PKI.
Sementara itu, ketika menjabat sebagai Ketua MPRS, AH Nasution berhasil mencabut Mandat Soekarno dan mengangkat Soeharto menjadi presiden.