SketsaNusantara.id - Peristiwa berdarah G30S PKI nyatanya tidak hanya merenggut nyawa para jenderal.
Namun, ada sosok gadis kecil yang juga menjadi korban kekejaman pasukan Cakrabirawa.
Adalah putri bungsu Jenderal AH Nasution, yakni Ade Irma Suryani yang saat itu usianya masih 5 tahun.
Ia ikut jadi korban dalam peristiwa berdarah G30S PKI tahun 1965.
Ade Irma Suryani ditembak oleh pasukan Cakrabirawa di kediamannya, di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat.
Setidaknya, 3 peluru bersarang di punggung gadis kecil itu.
Pada malam berdarah itu, Ade Irma Suryani yang saat itu masih berusia lima tahun tengah tertidur bersama kedua orang tuanya, AH Nasution dan Johanna Sunari.
Pasukan Cakrabirawa yang menyerbu rumah AH Nasution di malam 1 Oktober 1965, mendobrak masuk rumah untuk menculik sang jenderal.
Sang istri, Johanna Sunari pun lantas terbangun dari tidurnya dan memberi tahu AH Nasution kedatangan pasukan Cakrabirawa yang akan membunuhnya.
Mendengar perkataan sang istri, AH Nasution pun berniat untuk menghadapi pasukan Cakrabirawa.
Namun, Johanna mewanti-wanti sang suami untuk tidak keluar dan harus menyelamatkan diri.
Artikel Terkait
Ikut Berjasa Saat Pemberontakan G30S PKI, Terbongkar Kisah Unik Pierre Tendean, Sengaja Lakukan Ini Biar Jadi Tentara
Bak Sudah Ada Firasat, Letjen S. Parman Lakukan Hal ini Sebelum Jadi Korban G30S PKI, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi sang Istri
Istri Letjen Suprapto, Perempuan yang Bertahan Hidup dari Kisah Tragis Kematian Sang Suami Korban Kekejaman G30S PKI
Profil Lengkap Amelia Yani, Putri Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani yang Punya Traumatik Mendalam atas Tragedi G30S PKI
Sosok AH Nasution, Jenderal yang Lolos dari G30S PKI hingga Mencetuskan Konsep Dwifungsi ABRI Zaman Orde Baru