Dia pun meminta agar Mardiah sang bibi, memegang Ade Irma Suryani.
Namun lantaran panik, Mardiah membawa Ade Irma Suryani ke pintu yang salah.
Baca Juga: Netralitas ASN Dipertaruhkan, Bawaslu Sidoarjo Periksa Empat Pejabat Terkait Video Viral
Di depannya, sudah terdapat pasukan Cakrabirawa yang siap mengeluarkan tembakan.
Pasukan Cakrabirawa pun langsung menghujani tembakan kepada Mardiah dan Ade Irma Suryani.
Di lain sisi, AH Nasution pun dirundung kebimbangan.
Namun kala itu, Johanna meyakinkan sang suami, bahwa putri kecilnya Ade Irma Suryani akan baik-baik saja bersamanya.
Jenderal AH Nasution lalu pergi menyelamatkan diri dengan memanjat tembok belakang pagar rumahnya yang berbatasan dengan Kedutaan Irak.
Saat Johanna mengantarkan AH Nasution untuk pergi menyelamatkan diri dari incaran pasukan Cakrabirawa, sempat terjadi dialog mengharukan antara Ade Irma Suryani dan kedua orang tuanya.
Padahal saat itu kondisi Ade Irma Suryani sangat lemah.
Ia dalam gendongan ibunya mengantarkan AH Nasution pergi menyelamatkan diri.
Sebelum AH Nasution pergi, Ade Irma Suryani sempat menanyakan kepada yang ayah, mengapa dirinya ditembak oleh pasukan Cakrabirawa.
"Papa.. Ade salah apa? Kenapa Ade ditembak?,” kata Ade Irma Suryani saat masih dalam gendongan ibunya, sementara AH Nasution sedang melewati tembok untuk menyelamatkan diri.
Artikel Terkait
Ikut Berjasa Saat Pemberontakan G30S PKI, Terbongkar Kisah Unik Pierre Tendean, Sengaja Lakukan Ini Biar Jadi Tentara
Bak Sudah Ada Firasat, Letjen S. Parman Lakukan Hal ini Sebelum Jadi Korban G30S PKI, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi sang Istri
Istri Letjen Suprapto, Perempuan yang Bertahan Hidup dari Kisah Tragis Kematian Sang Suami Korban Kekejaman G30S PKI
Profil Lengkap Amelia Yani, Putri Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani yang Punya Traumatik Mendalam atas Tragedi G30S PKI
Sosok AH Nasution, Jenderal yang Lolos dari G30S PKI hingga Mencetuskan Konsep Dwifungsi ABRI Zaman Orde Baru