Ini karena, lanjutnya, Rejoso adalah kecamatan yang luas. "Sehingga menjadi tantangan sendiri," imbuhnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Qolyubi Dahlan menegaskan peran ulama bagi kemajuan bangsa. "Ulama tidak pernah absen membimbing umat, tidak pernah melepaskan umat," ujarnya.
Organisasi NU, lanjutnya, memang berdiri baru 102 tahun. "Tapi sudah jauh sebelum tahun itu ulama berperan memajukan lslam di Nusantara," jelasnya.
Wakil Rais PCNU Nganjuk ini berpesan agar warga NU terus melanjutkan perjuangan para pendiri NU. "Dengan berkhidmat di organisasi yang sudah didirikan beliau-beliau," pungkasnya.
Rangkaian acara dipungkasi dengan makan tumpeng dan ambeng bersama-sama. Nuansa rukun dan gayeng terlihat sesama kader dan pengurus NU di Rejoso.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tempat Nongkrong dan Ngaji Santri NU hingga Bung Karno, Jejak Perjuangan Tersembunyi di Surabaya
Gus Yahya Ungkap Warisan Berharga KH Ali Maksum: Haul ke-36 Mengenang Sosok Guru NU Legendaris
Gibran Disebut Miskin Literasi Usai Berikan Sambutan di Acara Fatayat NU 2024, Maklum Produk Luar Negeri
5 Fakta Ustadz Maulana yang Diduga Dipertanyakan ke-NU-annya oleh Gus Miftah Gara-Gara Dinilai Pecicilan, Ternyata Populer dari CD
Terbentuk, LTN Rejoso Nganjuk Siap Publikasikan Kegiatan MWC dan Tulis Tokoh NU