Kamis, 4 Juni 2026

Kader NU Rejoso Nganjuk Siap Lanjutkan Peran Majukan Umat: Menjaga Keseimbangan Tradisi Keilmuan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 07:34 WIB
Ketua MWCNU Rejoso, Nganjuk  Imam Hartoyo (tengah) memberikan potongan tumpeng kepada Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)
Ketua MWCNU Rejoso, Nganjuk Imam Hartoyo (tengah) memberikan potongan tumpeng kepada Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto. (SketsaNusantara.id/As’ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.id - Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk digelar Jumat 31 Januari 2025, malam berlokasi di Kantor MWCNU Rejoso.

Tampak hadir Forkopimcam Rejoso dan jajaran pengurus MWCNU Rejoso. Acara dihadiri setidaknya 200 kader NU. Di samping pengurus ranting, juga pengurus lembaga dan banom.

Acara harlah ditandai dengan memotong tumpeng. Ini karena para hadirin sudah membawa tumpeng atau ambeng dari rumah.

Baca Juga: Tak Hanya NU dan Muhammadiyah, Kampus pun Diusulkan Dapat Jatah Izin Tambang, DPR: Perguruan Tinggi itu Butuh Biaya...

Ketua MWCNU Rejoso Kiai Imam Hartoyo mengatakan, organisasi NU didirikan dengan tujuan memperjuangkan kepentingan umat Islam di Indonesia. "Terutama dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan," ujarnya.

Pria berkacamata ini menambahkan, fokus utama NU berdiri mempertahankan ajaran ahlussunnah wal jama'ah. "Di samping NU juga bertujuan memberdayakan umat," imbuhnya.

Saat itu, tambahnya, NU mendirikan berbagai lembaga pendidikan yang mendukung pengembangan Islam di Indonesia. NU diakui terus berkembang dan memperluas pengaruhnya.

Baca Juga: Tokoh NU Sebut Raffi Ahmad Cuci Tangan soal Patwal Arogan: Harusnya Dia Bertanggung Jawab

Pada setiap peringatan harlah, lanjutnya, NU merefleksikan komitmen memperkuat peran umat Islam di Indonesia dan dunia. "Termasuk menjaga kesinambungan tradisi keilmuan," ucapnya.

Camat Rejoso Teguh Ovi Andriyanto mengapresiasi kegiatan harlah oleh MWCNU Rejoso ini. Dia berharap agar banom dan lembaga NU mampu beradaptasi dengan keadaan dunia yang makin maju.

"Terutama di era yang serba modern dan keberagaman budaya serta era digitalisasi ini," ujarnya. Dia berharap, ke depan NU terus mengembangkan keulamaan, religiusitas, dan keselamatan bagi umat.

Baca Juga: Inilah Jatah Tambang Muhammadiyah dan NU, Ada 6 Wilayah yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan

Dirinya mengakui peran NU di kecamaran Rejoso tidak kecil. "Saya berharap, setelah harlah 102 tahun ini, NU di Rejoso makin bekerjasama dalam memajukan warga Rejoso," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X