Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Viral dan Trending di Google Indonesia: Dinilai Arogan hingga Unjuk Rasa

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Senin, 20 Januari 2025 | 21:00 WIB
Potret Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo pegawai atau ASN Dikti. (Kolase X @slondokchip/@Indria123456/Web Kemendikti Saintek)
Potret Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo pegawai atau ASN Dikti. (Kolase X @slondokchip/@Indria123456/Web Kemendikti Saintek)

RI 25 kali ini dapat sorotan publik tanah air karena namanya banyak ditelusuri di mesin pencari.

Berdasarkan Gooegle Trends 24 jam terkahir, Pencarian nama Satryo Soemantri Brodjonegoro untuk berada di urutan kedua sebanyak 100rb penelusuran.

Baca Juga: Detik-Detik Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Tinggalkan Kantor Saat Ramai Didemo Para Pegawai, Diteriaki 'Koruptor' hingga 'Pengecut'

Hal ini menjadikan nama R1 25 trending topik dna viral akibat pemicu yang ramai diperbicangkan di media sosial.

2) Pemicu Mendiktisaintek Viral

Viral dan trendingnya nama R1 25, Satryo Soemantri Brodjonegoro karena adanya unjuk rasa ratusan ASN Dikti.

Ramainya suara sumbang soal sikap Satryo Soemantri Brodjonegoro dikarenakan ada dugaan tindakan kurang mengenakkan.

Baca Juga: Detik-Detik Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Tinggalkan Kantor Saat Ramai Didemo Para Pegawai, Diteriaki 'Koruptor' hingga 'Pengecut'

Kabar sikap arogan sang menteri pun ramai jadi topik pembicaraan di media sosial.

Mulai dari suka membentak, marah dan ringan tangan jadi gosip hangat di kalangan pegawai Dikti.

3) Unjuk Rasa ASN Dikti

Viralnya Satryo Soemantri Brodjonegoro di media sosial karena adanya unjuk rasa ASN Dikti yang protes dengan keputusan sang menteri.

Baca Juga: Solidaritas! Alasan ASN Dikti Nekat Demo hingga Menuntut Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Turun

Pemicu unjuk rasa ASN Dikti yang dilakukan pada hari Senin, 20 Januari 2025 yaitu pemberhentian mendadak salah satu pegawai, Neni Herlina.

Adanya pemecatan pegawai tersebut diduga salah paham dan fitnah terkait tugas yang dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X