SketsaNusantara.id - Penemuan pagar laut di Tangerang, Banten pada beberapa hari lalu cukup menyita perhatian publik.
Apalagi pagar dari bambu yang membentang sepanjang 30.16 kilometer di kawasan pesisir ini juga cukup misterius.
Tidak diketahui siapa yang memasang pagar laut tersebut, sehingga diduga tidak memiliki izin alias ilegal.
Keberadaan pagar laut ini rupanya sudah tercium sejak pertengahan tahun 2024 lalu.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten pernah mendapatkan laporan tentang keberadaan pagar laut tersebut pada Agustus 2024 lalu.
Begitu juga mantan Sekretaris Kementrian BUMN Said Didu yang sempat melakukan penelusuran pada Juli 2024.
Penemuan pagar laut ini lantas membuat publik geger, bukan hanya karena tidak berizin namun juga berada di kawasan pemanfaatan umum.
Pagar laut sendiri adalah struktur pagar bambu yang dilengkapi dengan anyaman, paranet serta pemberat berupa kasung pasir.
Secara kasat mata, pagar yang terbuat dari bambu dengan tinggi rata-rata 6 meter ini membuat laut seperti 'terkavling-kavling'.
Pemagaran laut tersebut akhirnya memberikan dampak bukan hanya secara regulasi namun juga kepada masyarakat khususnya nelayan.
Artikel Terkait
Mirip Peristiwa Ciater Subang! Terungkap Fakta Mengejutkan Bus Pariwisata yang Terlibat Laka Maut di Kota Batu Ternyata KIR Kedaluarasa Sejak 2020
Usai Diumumkan Jadi Bupati dan Wakil Bupati Jember Terpilih, Gus Fawait Segera Agendakan Pertemuan dengan Hendy Siswanto
Ahok Kembali Diperiksa KPK, Begini Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan LNG di PT Pertamina, Siapa Saja yang Ikut Terlibat?
RI 36 Mobil Siapa? Viral Usai Aksi Patwal yang Marah hingga Tunjuk-Tunjuk Supir Taksi Eksekutif, Punya Menteri...
Gercep! Polisi Tahan Kepala Disperindagkop Halmahera Barat Pasca Aniaya Warga yang Demo Kelangkaan Minyak Tanah
Gara-Gara Spanduk, Berikut Kronologi Penganiayaan yang Dilakukan Kadis Perindagkop Halmahera hingga Jadi Tersangka
Viral Mobil RI 36 Bikin Kesal Gegara Sikap Arogan Patwal Minta Didahulukan Saat Jalan Macet, Kendaraan Dinas Menteri Jadi Sorotan: Bukan Maung Pindad?
Penjelasan BMKG Soal Fenomena Pusaran Awan Melingkar di Langit Mojokerto yang Viral hingga Bikin Warganet Khawatir, Berbahaya untuk Penerbangan?
Total Rp1,7 M! Denny Sumargo Resmi Salurkan Bantuan kepada Korban Bencana di NTT