SketsaNusantara.id - Fenomena jual beli perangkat desa menjadi rahasia umum di masyarakat Jombang.
Terbaru, dugaan jual beli jabatan perangkat desa terjadi di salah satu desa di Kecamatan Tembelang. Mirisnya, praktek ini melibatkan Camat setempat. Praktis, adanya persoalan ini mendapat respon dari berbagai kalangan.
Pengajar fakultas Hukum Untag Surabaya Sholikhin Ruslie menegaskan, persoalan ini harus diusut.
Baca Juga: Viral! Kronologi Aksi Pengeroyokan di Rumah Makan Yogyakarta, Gegara Minta Kuah Nasi Padang
Sholikhin menyampaikan, ada tiga lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan dalam mengusut persoalan jual beli jabatan yang ada di pemerintahan desa.
“Ada tiga lembaga yang mempunyai wewenang. Kepolisian, Kejakjaan, dan Inspektorat. Ketiga lembaga itu jangan diam mengetehui yang demikian,” ujar Sholikhin kepada SketsaNusantara.id, Selasa 1 Januari 2025.
Dia mendesak agar tidak boleh saling menunggu. Menurutnya, masing-masing mempuyai kewenangan yang apabila dijalankan sesuai standar operasi tidak akan tumpeng tindih.
“Misal kejaksaan. Karena ini terkait dengan gratifikasi dan suap. Polisi juga bisa mengenakan pasal pemerasan, suap, atau gratifikasi. Sedangkan inspektorat persoalan disiplin ASN dan penyalahgunaan wewenang,” tegas pria yang pernah menjabat Anggota DPRD Jombang ini.
Ia melanjutkan, persoalan jual beli jabatan yang terjadi selama ini sudah jelas. Akan tetapi, ucapnya, tinggal ketiga lembaga tersebut mau atau tidak?
Menurutnya, persoalannya bukan mereka tidak mampu atau bahkan tidak berwenang. Namun, sambung dia, ini persoalan kaitannya dengan political will atau komitmen pembuat keputusan kunci untuk solusi kebijakan tertentu untuk masalah tertentu.
“Mohon maaf saya sudah skeptis dan tidak yakin ada political will menyelesaikan persolan ini. Kejadian seperti ini sudah menjadi rahasia umum. Namun Pemda dalam hal ini Inspektorat pura-pura tidak tau saja, apalagi DPMD,” tegasnya.
Dia menyampaikan, saking gampangnya mengusut masalah ini, ibarat kalau ada pengisian perangkat desa di 100 desa di Jombang, ia bisa menebak dengan akurasi 95 persen siapa yang akan terpilih.
Artikel Terkait
Verrel Bramasta Bagikan Recap Kegiatan Selama 3 Bulan Menjabat sebagai Anggota DPR RI
Protes ke Sri Mulyani, Netizen Curhat Harus Lembur saat Libur Tahun Baru 2025 Usai Pemerintah Batalkan Kenaikan PPN
Dokumen Hasto Klaim Berisikan Kejahatan Pejabat Indonesia, Budiman Sudjatmiko: Laporkan Saja ke APH
Kasus Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Jember Tertinggi Ketiga Se-Jatim, Polres Jember Berikan Atensi
DPRD Jember Targetkan Perda Soal Narkotika Bisa Selesai di Tahun 2025, Ketua Bapemperda: Kita Kebut Pembahasannya