Ia menyampaikan, saat terbangun sudah menyadari bahwa kondisinya dalam kondisi terikat, kemudian tangan dan kaki yang terdapat bisulnya sudah menghitam.
Petugas medispun tidak memberikan penjelasan apapun terhadap dirinya, mengapa bisa diikat. Terlebih lagi, saat dirinya menjalani pengobatan tidak ada pihak KBRI atau siapapun yang menemaninya.
"Jadi bangun-bangun saya udah diikat dan kaki sama tangan udah dibungkus, sudah gak bisa gerak," jelasnya.
Septa saat siuman tidak langsung dipersilahkan pulang, namun masih ditahan hingga hari ke 13 dan kemudian dipulangkan melalui Batam oleh Employernya.
Saat berada di Batam, dirinya juga mengaku sempat ditemani oleh 3 orang employer dan diantarkan ke rumah sakit untuk menjalani proses perawatan.
"Biayanya semua ditanggung oleh employer waktu di Batam, lalu saya minta dipulangkan ke Jember dan akhirnya dipulangkan akhir Oktober 2024," tuturnya.
Kondisi terkininya, Septa hanya bisa terbaring di atas kasur dan tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya.
Baca Juga: Viral! Aksi Komunitas CB Nganjuk Heboh, Ternyata Kota Ini Dijuluki 'Kota CB', Simak Sejarahnya
"Sampai sekarang saya tidak tahu penyakitnya apa, tapi saya hanya bisa mengobati dengan obat oles saja," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Residivis Nikahi Perempuan Jember demi Lancarkan Peredaran Sabu-Sabu, Polisi Amankan Puluhan Gram Barang Bukti
Menjabarkan Diri Sebagai Korban dan Bukan Koruptor, Isi Pledoi Harvey Moeis Bikin Jaksa Penuntut Umum Geram
Dianggap Membahayakan Kesehatan, 2 Varian Indomie Ini Ditarik dari Peredaran di Australia
Rieke Dyah Pitaloka Tegas Tolak Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen, Netizen: Partai Munafik, Padahal...
Apa Arti CB di Motor Honda? Viral Komunitas CB Nganjuk yang Geruduk Minimarket Tanpa Bayar
Kembali Catat Prestasi, BRI Raih 2 Penghargaan Bergengsi di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024