SketsaNusantara.id - Baru-baru ini viral video komunitas motor CB Nganjuk yang makan dan tidur di sebuah minimarket.
Dalam video yang diunggah akun X @tukangbedah00, dinarasikan pihak minimarket mengalami kerugian sekitar Rp4 juta karena diduga mereka makan dan minum tanpa membayar.
Tidak hanya itu saja, ada juga anggota komunitas CB Nganjuk yang tiduran bahkan merokok di dalam minimarket.
Minmarket ini lokasinya berdekatan dengan acara komunitas CB bertajuk 'Kerajaan CB' yang digelar di Stadion Warujayeng, Nganjuk, Jawa Timur pada 14 Desember 2024.
Setelah video tersebut viral, publik penasaran, jenis motor apa CB itu? Berikut ulasan yang berhasil dihimpun SketsaNusantara.id.
Motor CB merupakan sepeda motor yang diproduksi oleh pabrikan Honda yang merupakan akronim dari "City Bike" atau motor perkotaan.
Motor ini termasuk motor klasik yang diproduksi era 1970an. Meskipun saat ini, Honda juga mengeluarkan produk baru CB 150X 2004.
Komunitas motor CB biasanya menggunakan motor lawas dengan berbagai tipe.
Berikut varian motor CB Honda
1. Honda CB100
Motor jenis ini diluncurkan pada 1970 di Indonesia dengan mesin 4 tak dan kapasitas 99cc.
Artikel Terkait
Tolak PPN 12 Persen Trending X! Warganet Ungkit Janji 'Omon-Omon' Prabowo soal Efisiensi, Sebut Kenaikan Pajak Efek Keberlanjutan dari Jokowi
Siswi SMA 3 Muhammadiyah Jember Temukan Aplikasi Pendeteksi Potensi Jentik Nyamuk Penyebab DBD, Catatkan Prestasi Nasional
Stok Elpiji 3 Kg dan BBM Jelang Nataru 2025 Dipastikan Aman, Ketua Hiswana Migas: Minta Masyarakat Tenang
Residivis Nikahi Perempuan Jember demi Lancarkan Peredaran Sabu-Sabu, Polisi Amankan Puluhan Gram Barang Bukti
Menjabarkan Diri Sebagai Korban dan Bukan Koruptor, Isi Pledoi Harvey Moeis Bikin Jaksa Penuntut Umum Geram
Dukung Era Digital, BRI dan Artajasa Perkenalkan Layanan Penarikan Uang Tanpa Kartu untuk Nasabah di Seluruh Indonesia
Pilkada Jember Tanpa Gugatan, Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih KPU Jember Masih Tunggu BRPK dari MK
Dianggap Membahayakan Kesehatan, 2 Varian Indomie Ini Ditarik dari Peredaran di Australia
Rieke Dyah Pitaloka Tegas Tolak Kebijakan Kenaikan PPN 12 Persen, Netizen: Partai Munafik, Padahal...