"Kalau sebelumnya ke Surabaya kini direncanakan pindah ke Denpasar Bali, dan maskapainya Lion Air. Maka perlu dorongan politis untuk bisa memaksimalkan potensi ini," ungkap Halim.
Sementara untuk rencana jangka panjangnya, Halim menerangkan jika landasan pacu atau runwaynya perlu penambahan sehingga pesawat berbadan besar bisa landing di Bandara Notohadinegoro.
"Karena ini lahan milik PTPN dan Angkasa Pura bisa melakukan MoU terkait hal itu, sehingga ke depannya bisa berkembang," katanya.
Sebab, kebutuhan anggaran untuk jangka panjang ini membutuhkan investasi Rp600 miliar demi membangun Bandara Notohadinegoro dan membangun fasilitas penunjangnya.
"Nah ini yang Pemkab Jember tidak bisa, karena kekuatan anggara kita yang tidak mencukupi untuk membangun semuanya. tetapi, kita serahkan langsung ke Angkasa Pura sebagai pengelola dan tentu harus mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Temukan Banyak Dugaan Kecurangan, Ratusan Massa di Depan DPRD Jember Desak Penyelenggara yang Tak Netral Segera Dipecat!
Gerakan Relawan Demokrasi Kembali Datangi DPRD Jember, Koordinator: Demokrasi Bobrok Akibat Penyelenggara Tak Netral!
Pekerjaan Rumah DPRD Jember Selesaikan 21 Raperda, Ketua Bapemperda: Kita Targetkan Setengahnya Rampung
Pemkab dan DPRD Jember Sepakat Anggarkan Rp5 Miliar di APBD 2025 untuk Program Makan Bergizi
Siapa Misan Samsuri? Profil Anggota DPRD DKI Jakarta yang Meninggal di Usia 56 Tahun! Punya Pengalaman Organisasi Bejibun