SketsaNusantara.id - Kedua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jember saling serang argumentasi, dalam debat publik kedua di Ballroom Cempaka Hotel, Sabtu 4 November 2024.
Saling serang argumentasi tersebut saat tema debat tentang korupsi, kolusi dan nepotisme.
Paslon 01 Hendy Siswanto menanyakan, persoalan dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang kini tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jawa Timur.
Gus Fawait Paslon no urut 02 menanggapi, bahwa proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Maka dari itu, pihaknya tidak menutupi atau melindungi siapapun yang bersalah, dalam kasus tersebut.
Saat yang sama Gus Fawait juga mempertanyakan, kepemimpinan Hendy Siswanto terkait korupsi di lingkungan pemerintah Kabupaten Jember, yang saat ini melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) di era kepemimpanan petahana.
Baca Juga: Resapan Air Tanah di Jember Menurun, Cawabup No 2 Djoko Susanto: Soroti Regulasi yang Inkonsistensi
"Ini menjadi sejarah, Sekda aktif terjerat kasus korupsi hingga masuk dalam penjara," tuturnya.
Gus Fawait menegaskan, bila menjadi Bupati Jember tidak akan mengorbankan anak buahnya hingga di penjara.
"Saya pikir pemimpin yang baik tidak harus mengorbankan anak buahnya," tegasnya.
Dengan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jember yang dilakukan pemeriksaan, mencerminkan rapor yang buruk bagi sistem birokrasi di Jember saat ini.
"Hal ini kita lihat dari indeks reformasi birokrasi (IRB) yang rendah, dan Jember masuk peringkat 35 dari 38 se Jawa Timur," pungkasnya.
Selain itu, pihaknya membalas pernyataan Hendy Siswanto soal dugaan korupsi proyek rel kereta api yang kini ramai diperbincangkan hingga menyeret rekan politinya di legislatif.
Artikel Terkait
Tim Perumus Debat Publik Dirombak KPU Jember, Tim Paslon 02: Keberatan Kita Didengar
DPC Demokrat Jember Laporkan Menantu Hendy Siswanto ke Polisi, Mahathir: Kita Laporkan Dugaan Pemalsuan dan Penggelapan
Influencer Jember Dikaitkan dengan Tensi Pilkada, Mega: Fitnah Makin Kejam!
Pansus Pilkada DPRD Jember Laporkan Hasil Temuan Sementara ke KPU Jatim, Aang Kunaifi: Pelanggaran Pemilu akan Ditindak Tegas
Kalisat Tempo Dulu 9 Dara Memeta Kota, Sebuah Upaya Melihat Perjalanan Peradaban Kota Jember dari Perspektif yang Berbeda