Kamis, 4 Juni 2026

RS Medistra Dianggap Rasis Usai Adanya Larangan Berhijab bagi Nakes Muslim, Ketua MUI: RS seperti Ini Tak Usah Buka di Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 September 2024 | 10:11 WIB
Potret Rumah Sakit Medistra yang jadi sorotan publik usai adanya dugaan pelarangan memakai hijab bagi nakes yang bekerja di sana  (medistra.com)
Potret Rumah Sakit Medistra yang jadi sorotan publik usai adanya dugaan pelarangan memakai hijab bagi nakes yang bekerja di sana (medistra.com)

Baca Juga: Viral Poster Pendirian Partai Baru, Ada Nama Anies Baswedan hingga Eks Menteri ESDM, Sudirman Said: Fokus Seleksi Calon Pimpinan KPK

Salah satu anggota DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli melalui akun Twitternya menyoroti UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2 mengenai Negara yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjamin kemerdekaan tiap penduduknya untuk memeluk dan beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

"Terjadi lagi pelarangan pemakaian busana yang menutup aurat dengan mengenakan jilbab. Setelah Paskibraka 17 Agustus di IKN, kali ini dialami oleh dokter dan nakes di RS Medistra," komentar Taufik Zoelkifli melalui akun Twitternya @Emtezet.

"Larangan berhijab ini disuarakan dengan berani oleh salah satu dokternya. DPRD Jakarta sudah bersuara membela. Semoga diikuti oleh yang lainnya," pungkasnya.

Larangan berhijab bagi nakes di RS Medistra ini juga ditanggapi oleh Ketua MUI, Cholil Nafis. Melalui akun Twitternya, Ketua MUI bahkan melarang RS Medistra membuka praktek di Indonesia.

Ketua MUI juga meminta pihak terkait untuk mengusut soal pelarangan berhijab bagi nakes di RS Medistra agar tidak menjadi contoh yang buruk dan diharapkan tidak terjadi lagi di masa depan.

"Rumah Sakit yang masih phobia dan melarang pakai hijab seperti ini sebaiknya tidak usah buka di Indonesia," tulis Cholil Nafis melalui akun Twitter @cholilnafis.

"Sudah jelas karena kita sudah merdeka dan dijamin kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing yang diatur dalam UUD 1945. Tolong pihak berwenang agar kasus di RS Medistra itu diusut agar tak menjadi preseden buruk," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X