SketsaNusantara.id - Belum lama polemik soal larangan mengenakan hijab bagi Paskibraka saat bertugas di Upacara HUT ke-79 RI di IKN, kini muncul kejadian serupa yang terjadi di Rumah Sakit (RS) Medistra.
Seperti yang diunggah akun Twitter @LoneLynx_ , disebutkan bahwa RS Medistra dianggap rasis karena adanya dugaan larangan berhijab bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di sana.
Akun tersebut menunjukkan bukti melalui surat yang ditulis dr. Diani Kartini yang memprotes adanya kebijakan bersedia melepas hijab jika bekerja di RS Medistra yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Kepada Para Direksi yang terhormat, saya ingin menanyakan terkait cara berpakaian di RS Medistra. Beberapa waktu lalu, kerabat saya kebetulan mengenakan hijab dan mendaftar sebagai dokter umum. Namun, pada sesi wawancara terdapat pernyataan RS Medistra sebagai RS Internasional sehingga timbul pertanyaan apakah bersedia melepas hijab," tulis dr. Diani Kartini sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @LoneLynx_ pada hari Senin, 2 September 2024.
"Saya sangat menyayangkan, masih ada pertanyaan RASIS seperti ini di zaman sekarang. Bahkan RS di Jakarta Selatan yang lebih ramai memperbolehkan nakes baik itu dokter, perawat maupun dokter spesialis mengenakan hijab," imbuhnya.
"Jika RS Medistra memang didirikan untuk golongan tertentu sebaiknya disebutkan saja, namun sangat disayangkan masih timbul pertanyaan yang menurut saya rasis. Apakah ada STANDAR GANDA cara berpakaian untuk Nakes di RS Medistra? Terima kasih atas perhatiannya," pungkas dr. Diani Kartini.
Surat dr. Diani Kartini kemudian beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Kabarnya dokter spesialis bedah onkologi tersebut mengundurkan diri setelah menyampaikan protes karena adanya larangan berhijab bagi nakes di RS Medistra.
Tak sedikit warganet yang merasa kesal terhadap peraturan rumah sakit tersebut dan seketika menjadi buah bibir netizen hingga RS Medistra mendadak trending di media sosial Twitter.
"Zaman sekarang bahkan dokter saja susah cari kerja, hanya gara-gara dilarang berhijab. Setelah 79 tahun merdeka, ternyata masih saja ada lembaga yang rasis bahkan bisa dibilang Islamofobia. Setelah BPIP, kali ini larangan berhijab terjadi di RS Medistra, miris," komentar akun @FurqanIbrahim4677.
Tak hanya ramai jadi cibiran netizen, larangan berhijab di RS Medistra pun menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta.
Artikel Terkait
Viral! Polisi Bogor Bongkar Sindikat Pencurian Ribuan Data Warga untuk Penjualan Kartu SIM
Viral, Diduga Nyeleneh Saat Pidato! Profil Sosok Muzakir Manaf Calon Gubernur Aceh, Lulusan SMA Tapi Seorang Pejuang?
Viral! Beredar Lagi Bocoran Susunan Kabinet Prabowo-Gibran di Media Sosial, Berikut Daftarnya
Viral! Beredar Video Anies Baswedan Sentil Raja Jawa Sambil Pegang Tombak Cakra Kotagede, Netizen Soroti Pertanyaan Wartawan
Viral Momen Paspampres Nyungsep Saat Kawal Iring-Iringan Jokowi Tuai Komentar Netizen: Sakitnya Ga Seberapa, Malunya Ituloh