SketsaNusantara.id - Kabar mundurnya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengejutkan publik.
Pasalnya, Airlangga sudah menduduki kursi Ketua Umum selama 2 periode kepemimpinan.
Terlebih, Musyawarah Nasional Partai Golkar akan digelar pada Desember 2024 nanti. Artinya, mundurnya Airlangga hanya selisih 4 bulan dari jadwal Munas.
Video kemunduran Airlangga Hartarto pun beredar ke publik. Berdurasi kurang dari 5 menit, Airlangga menyebutkan alasan mundur dari jabatan Ketum.
"Untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka menjaga stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat..., bismbismillahirrahmanirrohim saya mengundurkan diri dari Katua Umum Partai Golkar," kata Airlangga Hartarto.
Kabar mundurnya Airlangga Hartarto itu terus bergulir. Para pengamat politik mulai mengemukakan prediksinya atas konstelasi politik nasional yang memanas.
Baca Juga: Mengapa Airlangga Hartarto Mundur? Ini Jadwal Musyawarah Nasional DPP Golkar 2024
Sejumlah nama santer terdengar menggantikan kursi Ketua Umum Golkar. Seperti Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.
Selain Bahlil, nama Jokowi juga diprediksi akan menggantikan jabatan nomor wahid di Partai Golkar itu.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua tokoh tersebut.
Sementara itu, di hari yang sama saat video pengunduran diri Airlangga Hartarto tersebar ke publik, Jokowi mengunggah momen bersama cucu dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, sedang bersepeda di pelataran Istana Bogor.
Tampak dalam video yang diungah, Jokowi menggunakan sepeda berwarna hitam diikuti Gibran, Jan Ethes, La Lembah Manah, Sedah Mirah Nasution, dan Panembahan Al Nahyan Nasution.
Artikel Terkait
Heboh! 5 Fakta Saka Tatal Lakukan Sumpah Pocong Atas Kasus Vina Cirebon, Intip Tanggapan MUI Sampai Kejanggalan Lain
Miris! 20 Santriwati di Karawang Alami Pelecehan, Diduga Pelakunya Oknum Guru Ngaji Sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren
Polisi Ringkus Pemilik Daycare Pekanbaru yang Lakukan Kekerasan pada Anak, Korban Diperlakukan Kejam dan Sadis!
Ahmad Ridwan 'Korea' Tegaskan Maju dalam Pilbup Batang 2024, Tekankan Peran Penting Jurnalis dalam Gelaran Pilkada
DPC PPP Tegaskan Hanya Terima Surat Tugas Atas Nama Gus Fawait dari DPP PPP, untuk Maju Pilkada Jember
Muncul Isu Lawan Kotak Kosong dan Dianggap Tak Demokratis, Gus Fawait Tegaskan Siap Berkompetisi dengan Siapapun di Pilkada Jember