SketsaNusantara.id – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyerukan penarikan segera aparat kepolisian dan TNI dari Desa Winangun, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, serta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap petani setempat dan pimpinan AGRA.
Pada 31 Juli 2024, ratusan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI disebar di berbagai titik strategis, termasuk posko Babal, dalam area PT.
Sementara itu, Hardaya Inti Plantations (HIP), serta beberapa lokasi antara desa Mouyong dan desa Rantemaranu, untuk mengamankan panen paksa kebun sawit di lahan Kemitraan Amanah 1.
Tindakan ini menyusul penutupan dan penghentian aktivitas kebun oleh petani sejak 8 Januari 2024 lalu sebagai protes atas tidak dipenuhinya hak bagi hasil oleh PT HIP selama 16 tahun kemitraan.
Laporan dari PT HIP tentang potensi kerusuhan yang dilakukan oleh petani, yang dilaporkan kepada POLDA Sulawesi Tengah, dianggap provokatif dan tidak berdasar oleh AGRA.
Laporan ini diketahui oleh petani sehari sebelumnya, saat empat personel kepolisian mendatangi salah satu petani untuk memverifikasi laporan tersebut.
Cahaya Inti Plantations (HIP) dinilai tidak bertanggung jawab dalam memenuhi kewajibannya terhadap petani selama program kemitraan berlangsung.
Petani yang telah bekerja sama selama 16 tahun tidak pernah menerima bagi hasil, bahkan dibebani utang besar hingga ratusan miliar rupiah. Selain itu, PT HIP juga menahan sertifikat tanah (SHM) milik petani dan menolak tuntutan petani selama bertahun-tahun.
Kegagalan program revitalisasi perkebunan ini, yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan petani, justru memiskinkan mereka dan menjadi bentuk penguasaan atas tanah oleh perusahaan.
Keputusan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI telah menyatakan PT. HIP bersalah dan melanggar UU Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 35 Ayat (1).
Selain itu, PT HIP menggunakan pendekatan kriminalisasi terhadap petani dan aktivis yang mendukung perjuangan mereka.
Artikel Terkait
Netizen Gaduh! Polemik Konsesi Izin Tambang Untuk Ormas Keagamaan Makin Panas, Logo Nahdlatul Ulama Dimodifikasi Sebagai Bentuk Kritik
Apa Arti Simbol Tambang pada Logo NU? Ramai di Media Sosial Meme Berlatar Merah
TOLAK! Dinilai Mengancam Kemaslahatan Umat, Kader Hijau Muhammadiyah Desak Muhammadiyah Tolak Konsesi Tambang Untuk Ormas Keagamaan
Sinisme Monohok NU Terima Izin Tambang, Ormas Lain: Kami Butuh Izin Mendirikan Gereja, Bukan Izin Tambang
Mahfud MD Sebut Negara Dalam Bahaya Cengkeraman Mafia Tambang, Kasus Tambang Liar Sangihe Contoh Lambannya Pemerintah...
All Eyes On Muhammadiyah! KHM Jember Angkat Suara, Desak PP Muhammadiyah Bersikap Tegas Tolak Tawaran Konsesi Tambang untuk Ormas Kegamaan