SketsaNusantara.id - Menyambut Tahun Baru Islam, Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta melakukan tradisi Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng.
Tradisi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Juli 2024 pada tengah malam pukul 23:00 WIB atau menjelang pergantian menuju hari Senin, 8 Juli 2024.
Mubeng Beteng dilakukan secara tutun temurun oleh keluarga Keraton Yogyakarta pada malam 1 Suro menyambut Tahun Baru Islam dan sarat akan makna.
Lantas, apa itu tradisi Mubeng Beteng dan apa maknanya? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Mubeng Beteng Keraton Ngayogyakarta Hadinigrat merupakan perayaan mengelilingi beteng Keraton Yogyakarta.
Tradisi Mubeng Beteng dilakukan memperingati Tahun Baru Islam dalam kalender Hijriah 1 Muharram dan dilakukan pada malam tahun baru dalam kalender Jawa 1 Suro.
Pada pelaksanaan prosesi Mubeng Beteng, para abdi dalem akan mengelilingi Keraton Yogyakarta tanpa menggunakan alas kaki dan bisu atau tanpa berbicara.
Awalnya tradisi ini dilakukan oleh para abdi dalem Keraton Yogyakarta, tapi seiring waktu, masyarakat diperbolehkan untuk mengikuti prosesi Mubeng Beteng ini dengan mengikuti aturan yang telah ditentukan.
Dilansir dari akun Instagram @kratonjogja, tradisi Mubeng Beteng pada Tahun Baru Jawa 1 Sura 1958 yang sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H dilaksanakan sejak pukul 23:00 WIB.
Prosesi ini diawali dengan pembacaan macapat yang dilakukan ba'da isya atau setelah sholat isya' pada pukul 20:00 WIB di Pelataran Kamandungan Lor (Keben) dan diikuti prosesi Mubeng Beteng yang dimulai pada pukul 23:00 WIB.
Baca Juga: Wajib Dipatuhi! Ini Larangan dan Aturan Khusus Peserta Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo 2024
Prosesi Mubeng Beteng ini pun disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @kratonyogya sejak pukul 23:00 WIB hingga tengah malam.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat diperbolehkan ikut berpartisipasi mengikuti tradisi Mubeng Beteng dengan mengikuti aturan.
Artikel Terkait
Amalan Malam 1 Suro, Kata Gus Iqdam Bikin Hidup Jadi Lebih Glowing: Cukup Minum 1 Gelas Saja
5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?
Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah
Pelaksanaannya Bersamaan, Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Satukan Perayaan 1 Suro dan Muharram untuk Masyarakat Jawa
Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor