SketsaNusantara.id - Drama Ransomware yang menyerang Pusat Data Nasional (PDN) milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih jadi perbincangan hangat saat ini.
Seperti yang diketahui sebelumnya, PDN Sementara (PDNS) yang berada di Surabaya diserang oleh sekelompok peretas atau hacker yang menamai dirinya Brain Cipher pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu.
Akibat serangan siber ini, data nasional dari 282 layanan digital pemerintah Indonesia terenkripsi dan tidak bisa diakses karena dikunci oleh hacker yang mengakibatkan pelayanan publik terganggu.
Tak hanya itu, Brain Cipher juga meminta tebusan kepada pemerintah untuk membayar sebesar Rp131 miliar jika ingin mendapatkan 'kunci' agar bisa membuka PDN.
Brain Cipher menyerang PDN dengan menggunakan malware atau piranti lunak ransomware varian Lockbit 3.0 yang baru beredar beberapa bulan terakhir dan Indonesia menjadi salah satu targetnya.
Serangan siber ini sontak membuat Kominfo dan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) pun kelabakan dengan mengusahakan segala macam cara agar bisa memulihkan data, namun akhirnya pasrah apalagi tidak ada back up data.
Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran apabila data nasional kemudian bocor dan disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
Menariknya, serangan ransomware ini berakhir "happy ending". Selang 12 hari sejak peretasan, Brain Cipher mendadak memberikan pernyataan publik dan meminta maaf atas serangan ransomware yang telah merugikan banyak pihak.
Melalui pernyataannya, Brain Cipher mengingatkan pemerintah Indonesia mengenai pentingnya menjaga keamanan data nasional dengan merekrut spesialis IT yang berkualitas.
Pernyataan Brain Cipher ini sontak ramai jadi perbincangan publik. Di satu sisi, masyarakat merasa lega akhirnya 'drama ransomware' ini berakhir, tapi di sisi lainnya ada beberapa warganet yang menemukan adanya kejanggalan.
Ketum Partai Ummat yang sekaligus Pakar IT, Ridho Rahmadi juga menemukan adanya kejanggalan tersebut, hingga memberanikan diri untuk berkirim email secara langsung dengan Brain Cipher.
Dalam video yang diunggah di akun @RidhoRahmadi85 pada hari Selasa, 2 Juli 2024, Ridho membeberkan isi email balasan dari Brain Cipher dan mengungkap skenario "happy ending" drama Ransomware akhir-akhir ini.
Artikel Terkait
Viral Rencana Kominfo akan Blokir X hingga Siapkan Aplikasi Pengganti Twitter, Netizen: Ada Logo Garuda
6 Kejanggalan Elaelo, Aplikasi Pengganti Twitter yang Viral di X, Benarkah Buatan Pemerintah atau Kominfo?
Kebijakan Kominfo Bikin Ricuh! Inilah Aplikasi yang Disiapkan Untuk Gantikan Medsos X, Apa Keunggulannya?
Gara-Gara Kominfo? Sistem Imigrasi Down hingga Layanan Paspor Bandara Terganggu, Netizen: Parah Sih IniĀ
Profil Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika yang Didesak Mundur Buntut Peretasan PDN
Ada Kesalahan Internal? Pemerintah Ungkap Penyebab PDN Terserang Ransomware hingga Skenario Pengamanan Pusat Data Nasional 2