Minggu, 19 Juli 2026

Ada Kesalahan Internal? Pemerintah Ungkap Penyebab PDN Terserang Ransomware hingga Skenario Pengamanan Pusat Data Nasional 2

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 Juli 2024 | 13:45 WIB
Menkopolhukam Hadi Tjahjanto gelar preskon terkait masalah pengamanan PDN usai rapat dengan Menkominfo dan BSSN (YouTube/Kemenko Polhukam RI)
Menkopolhukam Hadi Tjahjanto gelar preskon terkait masalah pengamanan PDN usai rapat dengan Menkominfo dan BSSN (YouTube/Kemenko Polhukam RI)

SketsaNusantara.id - Permasalahan terkait Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menjadi kekhawatiran publik belakangan ini akhirnya menemui titik terang.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan atau Menkopolhukam RI, Hadi Tjahjanto mengungkapkan penyebab PDN Sementara di Surabaya menjadi terserang Ransomware.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 1 Juli 2024, dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Hadi menyebut adanya kesalahan internal yang mengakibatkan permasalahan data akhir-akhir ini.

Baca Juga: Hacker Kembali Beraksi Serang Pusat Data Nasional, Minta Tebusan 131 Miliar! Ada Indikasi Diblokirnya Situs Taruhan Online?

Menurutnya, salah satu faktor penyebab data bisa terserang malware ransomware versi terbaru LockBit 3.0. lantaran adanya penggantian password yang tidak termonitor.

"Berdasarkan hasil forensik, sudah bisa diketahui bahwa selalu ada user yang passwordnya tidak termonitor, sehingga terjadi permasalahan serius akhir-akhir ini," ungkap Hadi Tjahjanto usai menggelar rapat bersama Menkominfo dan Kepala BSSN di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Tidak disebutkan dengan jelas pihak mana yang terindikasi melakukan kelalaian tersebut.

Namun, pemerintah akan terus melakukan penjagaan pada kata kunci atau password yang akan digunakan para user agar tidak sembarangan digunakan.

Baca Juga: 4 Teori di Balik Aksi Hacker ‘Ngalah’ hingga Kembalikan Data PDNS Gratis, Netizen: Hadiah HUT Bhayangkara

"Tentunya, kami akan kita berikan suatu edaran agar penggunaan password oleh para user ini juga harus tetap hati-hati, tidak sembarangan dan akan terus dimonitor oleh BSSN," ucap Hadi.

Diketahui, server PDN Sementara di Surabaya terserang virus Ransomware varian Lockbit 3.0 sejak tanggal 20 Juni 2024 lalu, sehingga data terenskripsi dan tidak bisa dibuka.

Komunitas hacker atau peretas yang menyerang sistem dengan menamakan dirinya Brain Cipher ini kemudian "menyandera" PDN Sementara dan meminta tebusan sebesar Rp131 miliar apabila ingin datanya bisa dibuka kembali.

Baca Juga: Kacau! Hacker Retas Hingga 282 Data Kementrian dan Lembaga, Namun Pemerintah Hanya Mampu Pulihkan 44 Layanan yang Memiliki Backup

Akibat serangan siber ini, data milik 282 kementerian maupun data lembaga daerah tidak bisa diakses sehingga mengakibatkan gangguan pada sejumlah pelayanan publik, termasuk data beasiswa Kemendikbud hingga sistem imigrasi di bandara juga ikut terdampak.

Halaman:

Editor: Agus Rangga Mahardika

Sumber: YouTube Kemenko Polhukam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X