Sabtu, 18 Juli 2026

Seniman Fenomenal Nyoman Rudana: Penggagas Monumen 'Ground Zero', Mengenang 21 Tahun Tragedi Bom Bali

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 Juli 2024 | 12:00 WIB
Nyoman Rudana, penggagas Ground Zero Bom Bali. (Instagram/ Galeri Rudana.)
Nyoman Rudana, penggagas Ground Zero Bom Bali. (Instagram/ Galeri Rudana.)

SketsaNusantara.id - Tragedi Bom Bali I pada 12 Oktober 2002 yang menewaskan ratusan orang telah memasuki tahun ke-21.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, Pemerintah Bali membangun sebuah monumen peringatan bernama Monumen Panca Benua, yang lebih dikenal dengan nama Monumen 'Ground Zero' Bali.

Ide pendirian monumen ini pertama kali dicetuskan oleh Nyoman Rudana, Ketua Persatuan Tourist Attraction Indonesia Bali.

Baca Juga: Desa Mutilasi, Tempat Murid Sunan Bonang Meregang Nyawa di Tangan Prajurit Majapahit, Ada di Jawa Timur

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok Harya Raditya, monumen ini tidak hanya menjadi simbol peringatan, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Monumen Ground Zero Bali mulai dibangun pada 7 Juli 2003 oleh Pemerintah Kabupaten Badung, sesuai dengan Keputusan Bupati Badung No. 771 Tahun 2003.

Nyoman Rudana, lahir pada 17 September 1948, adalah seorang kolektor seni, wirausahawan, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Provinsi Bali untuk periode 2004-2009.

Ia juga dikenal sebagai pemilik Museum Rudana di Ubud.

Baca Juga: Duel Sengit Blacak Ngilo dan Sunan Bonang, Eks Prajurit Pengecut Majapahit Hobi Menyruput Darah Segar Manusia

Nyoman Rudana tumbuh dalam keluarga petani yang juga memiliki bakat seni.

Ayahnya mahir menabuh gamelan Bali, sementara ibunya pandai membuat banten, rangkaian sesajen untuk berbagai upacara keagamaan Hindu Bali.

Masa kecil Rudana dipenuhi dengan suasana keagamaan dan seni yang kental di lingkungan sekitar.

Ia sering mengunjungi Puri Lukisan, museum lukisan terkenal di Bali, dan menghabiskan waktu luangnya untuk berinteraksi dengan para pelukis di daerah Ubud.

Baca Juga: Rela Pura-Pura Masuk Islam demi Hancurkan Sunan Bonang, Brahmana Sakyakirti Kualat sebelum Perang

Halaman:

Editor: Agus Rangga Mahardika

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X