"Berawal dari rasa ketidakpuasan saya, saya berkirim email langsung dengan Brain Cipher dan secara mengejutkan mereka membalas dan memberikan link menuju suatu statement," kata Ridho.
"Dalam statementnya, mereka menyebut serangan ransomware ini hanya sebuah test untuk menguji keamanan PDN dan berharap imbalan," ungkapnya.
Ridho menyebut beberapa kejanggalan, salah satunya ketika Brain Cipher mendadak melepas imbalan Rp131 miliar yang merupakan jumlah yang cukup besar dan memilih untuk memberikan kunci gratis secara sukarela.
Padahal pernyataan untuk memberikan 'kunci gratis' ini sangat bertolak belakang dengan yang pernah mereka sampaikan sebelumnya saat mereka "menyandera" PDN untuk meminta tebusan.
"Mengapa mereka tiba-tiba memberikan kunci secara gratis dan melupakan tebusan, dan melepas 8 juta dolar? ini terlalu aneh dan tidak masuk akal," kata Ridho.
Ridho kemudian membeberkan beberapa skenario di balik pemberian kunci gratis untuk PDN yang menyebut bahwa Brain Cipher ini diduga telah menerima imbalan dari kelompok tertentu.
"Kemungkinan ada kelompok tertentu yang sudah memberikan imbalan dan meminta mereka mengumumkan kepada publik dengan memberikan kunci gratis," ujar Ridho.
"Kemungkinan kedua, mungkin ada kelompok tertentu yang memesan serangan ransomware ini dengan tujuan untuk menghapus beberapa data tertentu," lanjutnya.
Menurutnya, ada pesanan dari kelompok elit tertentu yang menargetkan data-data penting dan menghapus beberapa bagian yang berbahaya bagi kelompok tersebut apabila diketahui oleh publik.
"Ada kelompok elit dengan kekuatan politik dan finansial yang bergerak dalam senyap untuk meminta orang dalam membuka akses sehingga ransomware ini bisa masuk sistem PDN dan mengunci data menggunakan Lockbit 3.0," ungkap Ridho.
"Setelah data-data penting berhasil diamankan, lalu mereka memainkan skenario happy ending dengan meminta Brain Cipher mengumumkan akan memberikan kunci gratis," lanjutnya.
Hal ini tentu meninggalkan tanda tanya besar, kira-kira siapa kelompok elite yang dimaksud dan data-data apa yang ingin diamankan atau dihapus hingga harus melakukan skenario drama penyerangan ransomware PDN?***
Artikel Terkait
Viral Rencana Kominfo akan Blokir X hingga Siapkan Aplikasi Pengganti Twitter, Netizen: Ada Logo Garuda
6 Kejanggalan Elaelo, Aplikasi Pengganti Twitter yang Viral di X, Benarkah Buatan Pemerintah atau Kominfo?
Kebijakan Kominfo Bikin Ricuh! Inilah Aplikasi yang Disiapkan Untuk Gantikan Medsos X, Apa Keunggulannya?
Gara-Gara Kominfo? Sistem Imigrasi Down hingga Layanan Paspor Bandara Terganggu, Netizen: Parah Sih IniĀ
Profil Budi Arie Setiadi, Menteri Komunikasi dan Informatika yang Didesak Mundur Buntut Peretasan PDN
Ada Kesalahan Internal? Pemerintah Ungkap Penyebab PDN Terserang Ransomware hingga Skenario Pengamanan Pusat Data Nasional 2