"Berdasarkan hasil rapat dengan dewan guru memutuskan bahwa anak ini terjaring dan dinyatakan tinggal kelas, jadi saya tegaskan soal kabar tidak naiknya anak ini karena sentimen pribadi imbas dari pelaporan kasus pungli itu tidak benar," tandasnya.
Sebelumnya, siswi bernama MS pernah menyatakan adanya intimidasi dari pihak sekolah dan mengaku takut masuk kelas lantaran kerap dipanggil ke ruang kepsek agar ayahnya mau datang ke sekolah.
Hal ini pun menimbulkan kecurigaan dari pihak orang tua MS, lantaran Choky tidak bisa diajak berdamai sehingga anaknya terkena imbas dan dibuat jadi tinggal kelas dengan dalih absensi.
Mengenai hal ini, Rosmaida pun membantah tuduhan intimidasi tersebut dan menjelaskan bahwa pihak sekolah ingin memanggil MS dan orang tuanya lantaran ingin mengklarifikasi soal ketidakhadiran siswi yang bersangkutan.
Baca Juga: Hadir dengan Peran-peran Baru, Game 'Among Us' Bikin Makin Trust Issue!
"Anak ini memang mulai bolos sejak bulan Februari lalu dan Ayahnya kebetulan melaporkan pihak sekolah pada bulan Februari, jadi kami ingin memanggil itu ingin membahas soal ketidakhadiran anak ini sekaligus mengklarifikasi apakah absensi ini ada hubungannya dengan siswi yang bersangkutan," tutur Rosmaida.
"Saya menyayangkan kejadian ini, apabila memang betul ada pungli, tidak apa saja terima adanya pemeriksaan, tapi tolong jangan libatkan anak di bawah umur, sehingga dia jadi tinggal kelas," pungkasnya.
Pernyataan Kepala SMAN 8 Medan ini pun menuai reaksi dari netizen dan makin ramai diperbincangkan di media sosial.
Tak sedikit netizen yang menilai kepsek seolah lalai dalam mencari muridnya ketika ketahuan bolos dan mempertanyakan peran guru BK yang melakukan bimbingan konseling untuk melakukan pendekatan disiplin agar siswa-siswinya tidak melanggar peraturan atau melakukan tindakan menyimpang di luar sekolah.
"Maaf bu, anak didiknya ini udah tau bolos sebanyak itu kenapa gak dicariin? Saya sebagai guru sekolah negeri aja khawatir, tidak masuk 5 hari saja langsung saya cari ke rumahnya, saya hubungi teman-temannya," komentar salah satu netizen.
"Penjelasan ibu malah dinilai sebagai pembelaan sekolah, karena sepertinya tidak dijelaskan upaya sekolah untuk menjemput muridnya dan mencegah agar anak ini bolos sekolah, jadi malah keliatan didiamkan saja sampai tidak naik kelas," imbuh netizen lainnya.
Baca Juga: Viral HRD yang Marahi Calon Karyawan Buat Klarifikasi. Netizen: HRD Sudah Benar Kok Malah Minta Maaf
Terkait hal ini, Choky selaku orang tua MS juga mengaku tidak mendapat surat peringatan sebelumnya dari sekolah terkait absensi anaknya sehingga menilai pihak sekolah hanya mencari alasan "tidak masuk akal" dengan dalih absensi.
Artikel Terkait
Solusi Liburan Bareng Keluarga yang Murah Meriah di Jember, Cocok Untuk Libur Sekolah Bareng Bocil
Mirip Luar Negeri, 8 Spot Flora Wisata Santerra Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata Seru Saat Libur Sekolah
Daftar 7 Artis Indonesia yang Ditangkap Polisi Karena Kasus Narkoba di 2024, Terkini Ada Virgoun
Kasus Sukolilo Belum Usai! Seserahan Pengantin Ini Kembali Bikin Rusak Nama Pati, Ada Apa?
Maraknya Kasus Uang Palsu di Masyarakat, Ridwan Hanif Punya Cara Unik Cek Peredaran Upal
Satlantas Polres Ngawi Lakukan Rekayasa lalu Lintas Imbas Kebakaran Truk BBM, Begini Kondisi Ruas Jalan Tol Menuju ke Arah Solo