Kabupaten Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardani, menegaskan bahwa kebakaran yang terjadi kali ini tidak berkaitan dengan kebakaran di sekitar Puncak Lempitan pada Rabu, 19 Juni 2024.
Baca Juga: Rekom DPP Turun ke Kader Gerindra, DPD NasDem Jember Segera Lakukan Konsolidasi
Meski kebakaran terjadi, aktivitas masyarakat yang sedang melakukan ritual Yadnya Kasada tidak terganggu.
Ritual yang penting bagi komunitas setempat ini tetap berlangsung, menunjukkan ketahanan dan semangat masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Namun, untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut dan memastikan keselamatan wisatawan, kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total untuk aktivitas wisatawan pada periode 21-24 Juni 2024.
Septi Eka Wardani menjelaskan bahwa penutupan ini selain karena ritual Yadnya Kasada, juga bertujuan untuk pemulihan ekosistem dan pembersihan kawasan yang terdampak kebakaran.
Dukungan dari petugas TNBTS, relawan, TNI/Polri, serta partisipasi aktif warga setempat sangat vital dalam upaya pemadaman api.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran.
Baca Juga: SIM Indonesia Makin Perkasa, Pengendara Indonesia Bakal Bisa Mengemudi di Seluruh Asia Tenggara!
Upaya pencegahan dan penanganan dini sangat krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keselamatan kawasan wisata Gunung Bromo.***
Artikel Terkait
Dituduh Selingkuh oleh Sang Suami, Juliette Angela Berikan Klarifikasi soal Tuduhan Perselingkuhannya dengan Anji
Sarkas, Komika Bintang Emon Sindir Netizen yang Selalu Kritik Kinerja PJ Gubernur Jakarta: PJ Heru itu Baik, tapi...
Geger! Beredar Video Aksi Perundungan Terjadi di Jember Hingga Bikin Warganet Geram, Begini Tanggapan dari Pihak Kepolisian
Rekom Pertama Turun, DPP NasDem Tunjuk Gus Fawait Jadi Calon Bupati Jember di Pilkada Serentak
Heboh Serangan Bakteri 'Pemakan Daging' di Jepang, Simak Penjelasan, Gejala, dan Cara Mencegahnya