Kamis, 4 Juni 2026

Kebakaran Gunung Bromo Kembali Terjadi di Tengah Ritual Yadnya Kasada, Ini Himbauan TNBTS yang Harus Dipatuhi

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Minggu, 23 Juni 2024 | 06:00 WIB
Ilustrasi kebakaran di Gunung Bromo, Kawasan Gunung Batok.  Sumber artikel: X/ @scottaztshh
Ilustrasi kebakaran di Gunung Bromo, Kawasan Gunung Batok. Sumber artikel: X/ @scottaztshh

SketsaNusantara.id- Hanya berselang dua hari dari insiden sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Gunung Bromo.

Kali ini, api berkobar di Gunung Batok, yang berdekatan dengan area wisata menuju kawah dan Pura Luhur Poten.

Kebakaran ini berlangsung pada Sabtu, 22 Juni 2024, dan menarik perhatian banyak pihak terkait kecepatan penanganannya.

Baca Juga: Tak Hiraukan Larangan Warga Setempat, Bocah Asal Balung Jember Terseret Ombak Pantai Selatan

SketsaNusantara.id melansir dari akun Instagram @andreli_48, api pertama kali terlihat pada pukul 03.30 WIB, yang segera memicu tindakan cepat dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), relawan, dan warga setempat.

Berkat kerjasama yang solid, api berhasil dipadamkan pada pukul 05.00 WIB. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Pada pukul 08.00 WIB, titik api kembali muncul di lokasi yang sama. Dengan respon yang cepat, api kali ini berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit.

Tidak berhenti di situ, pada pukul 10.30 WIB, titik api baru muncul di lereng berbeda.

Api menyebar ke arah kiri menuju Gunung Bromo dan ke kanan atau barat laut.

Baca Juga: Dianggap Mampu Bersaing Dengan Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti Kini di 'Lirik' PDI-P Sebagai Calon Kuat

Situasi ini membuat tim Brigdalkarhut TNBTS bersama relawan dan TNI/Polri harus bekerja ekstra keras untuk memadamkan api yang semakin meluas.

Untuk mencegah penyebaran api lebih luas, sebagian tim berfokus pada perbatasan antara Gunung Batok dan Gunung Widodaren.

Mereka berusaha membuat sekat bakar agar api tidak merambah ke kawasan Gunung Widodaren.

Di sisi lain, api yang menyebar ke arah Gunung Bromo diprediksi akan berhenti dengan sendirinya karena vegetasi yang semakin berkurang di area tersebut.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X