SketsaNusantara.id - Wilayah Sukolilo, Pati, Jawa Tengah masih mejadi sorotan publik hingga saat ini, usai kasus pengeroyokan brutal yang merenggut nyawa bos rental mobil asal Jakarta viral beberapa hari lalu.
Bahkan, Sukolilo dan Pati mendapat reputasi buruk hingga ditandai netizen sebagai "Sarang Maling", "Desa Pembunuh" hingga "Kampung Penadah Hasil Curian".
Tak ambil diam nama wilayahnya tercoreng, sejumlah tokoh masyarakat yang tinggal di Pati, Jawa Tengah mulai dari pedagang, petani, guru, PNS, hingga selebgram, seniman, dan konten kreator gencar menyerukan aksi Pati Cinta Damai.
Tagar Pati Cinta Damai pun ramai dimunculkan di media sosial Twitter maupun Instagram. Tak hanya itu, beredar pula video dengan narasi yang menunjukkan bahwa wilayah Pati adalah wilayah yang cinta damai, tidak seperti rumor yang selama ini beredar di media sosial.
Baca Juga: SUKOLILO PRIDE, Nama-Nama Google Maps di Pati Diubah jadi Sarang Maling hingga Kampung Penadah
Seruan Pati Cinta Damai juga digaungkan pertama kali melalui aksi massa sekelompok orang yang digelar di kawasan Alun-Alun Pati, pada hari Minggu, 16 Juni 2024.
Aksi ini dilakukan untuk mendeklarasikan Pati sebagai wilayah yang menjunjung tinggi perdamaian dengan tujuan untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap seluruh wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
"Salam untuk masyarakat seluruh Indonesia, kami sambut anda sepenuh hati karena kami masyarakat Kabupaten Pati Cinta Damai," kata salah seorang dalam orasinya dikutip dalam video yang diunggah @Jateng_twit.
Aksi tersebut disertai dengan membagi-bagikan bunga kepada orang yang melintas, sebagai simbol warga Pati yang ramah, bersahabat dan cinta damai.
Dalam aksi Pati Cinta Damai, beberapa warga tak mengelak apabila Pati sendiri memiliki kekurangan dan permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini adalah hal yang wajar karena di semua daerah juga mesti ditemukan kasus kriminal yang berbeda-beda.
"Semua daerah pasti punya permasalahan masing-masing, tapi kasus yang viral belakangan ini sudah mendapat sorotan yang berlebihan bahkan dibilang sebagai kampung maling itu tidak benar," kata Dian salah seorang yang ikut turun ke jalan menyuarakan aksi Pati Cinta Damai.
"Banyak berita miring dan sebutan buruk yang tidak berdasar, karena tidak semua orang seperti itu, masih banyak orang baik-baik di Pati. Jangan karena satu orang berbuat jahat lantas semua dapat image buruk," imbuhnya.
Artikel Terkait
Kronologi Kasus Pengeroyokan Pati, Bos Rental Mobil Asal Jakarta Tewas Dihajar Massa Usai Diteriaki Maling
Desa di Sukolilo Pati Tempat Makam Sultan Demak yang Konon Buta akibat Kutukan, Dihabisi oleh Arya Penangsang
6 Fakta Sukolilo Pati dalam Sejarah Nusantara: Dulu Genangan Air Selat Muria hingga Tempat Semar Bersemedi
Ngeri! 3 Kasus Pembuhan Viral Terjadi di Pati Hanya dalam Sepekan hingga Kecamatan Sukolilo Trending di X
Siapa Nama Asli Teyeng Wakatobi? Sosok Selebgram Asal Pati yang Dituding Jadi Provokator Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo
Jarang Diketahui, Pati Ternyata Gudangnya Kyai, Ada Siapa Saja?