Minggu, 19 Juli 2026

Sukolilo Dicoret! Ramai Para Pengusaha Rental Mobil Mengaku Kapok Sewakan Mobil ke Pati Imbas Kasus Pengeroyokan Viral, Begini Curhatannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 Juni 2024 | 14:03 WIB
Pengusaha rental mobil blacklist daerah Pati usai kasus pengeroyokan di Sukolilo viral  (Pexelss/Zain Ali)
Pengusaha rental mobil blacklist daerah Pati usai kasus pengeroyokan di Sukolilo viral (Pexelss/Zain Ali)

SketsaNusantara.id - Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, masih santer jadi perbincangan publik usai kasus yang merenggut nyawa pemilik jasa rental mobil asal Jakarta viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, terungkap fakta bahwa banyak terjadi kasus pengeroyokan dan penganiayaan di Sukolilo hingga wilayah tersebut dijuluki sebagai 'Kampung Mafia', 'Sarang Maling', bahkan disebut-sebut sebagai 'Kampung Penadah' tempat menyembunyikan mobil hasil curian.

Hal tersebut menjadikan para pengusaha jasa rental mobil di sejumlah daerah memutuskan untuk memasukkan Sukolilo ke dalam daftar hitam.

Baca Juga: 5 Komisioner KPU Jember Resmi Dilantik, Zeni Musafa: Kami akan Langsung Bekerja Persiapan Tahapan Pilkada Serentak 2024

Akun Instagram @lowslowmotif mengunggah berbagai kisah pengalaman para pengusaha rental mobil yang mengaku kapok menyewakan kendaraannya ke wilayah Pati khususnya Sukolilo.

Para pemilik usaha jasa rental mobil pun mengaku blacklist semua permintaan yang mengarah ke wilayah Kabupaten Pati khususnya Sukolilo, lantaran mobil yang disewakan kebanyakan hilang dan tak mungkin kembali.

Para pengusaha bisnis rental juga memilih untuk "mengikhlaskan" mobil sewaan yang ada di wilayah Pati.

Baca Juga: Kronologi Kejadian Asli Film Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo, Kisah Nyata Mas Aris, Nisa dan Rani

Bukan tanpa alasan, mereka tidak berusaha untuk melacak ke daerah tersebut lantaran takut "tidak akan kembali dalam keadaan selamat".

"Sebagai pemilik usaha rental mobil, saya blacklist orderan yang mengarah ke daerah Pati, mending diikhlaskan daripada nyawa hilang, dan mobil dibakar," tulis akun @na2ngfirmansyh.

"Pengalaman dulu waktu di leasing mobil digelapkan, waktu dilacak ternyata ada di Pati, terus saya dan team mendatanginke lokasi, kemudiann.. saya memilih untuk mengikhlaskan.. karena taruhannya nyawa," ungkap akun @budiwee.

Baca Juga: Kronologi Relawan Cari Korban Longsor di Lumajang Berujung Temukan Tanaman Ganja, Dapat Wangsit dari Burung Gagak

"Pati sudah terkenal buruk di mata pemilik rental mobil. Udah ketebak bagaimana nasib kendaraan sewaan kalo masuk ke sana, semua pengusaha rental pasti paham, dan mereka memilih untuk lebih baik diikhlaskan," imbuh akun @wkurniawan.

Parahnya, ada warganet yang mengaku tak dapat perlindungan dari pihak kepolisian atau aparat setempat padahal di wilayah Pati sering ditemukan kasus serupa sehingga terkesan kasus mobil tidak ada penindakan lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Instagram @lowslowmotif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X