Minggu, 19 Juli 2026

Jarang Diketahui, Pati Ternyata Gudangnya Kyai, Ada Siapa Saja?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 18 Juni 2024 | 07:45 WIB
Peta Kabupaten Pati dan KH Sahal Makhfudz. (Kolase Patikab.go.id dan NU.or.id)
Peta Kabupaten Pati dan KH Sahal Makhfudz. (Kolase Patikab.go.id dan NU.or.id)

SketsaNusantara.id - Nama Pati belakangan ini kerap dibicarakan netizen terkait stigma negatif yang disematkan akibat kasus kekerasan brutal di Kecamatan Sukolilo yang telah merenggut nyawa manusia.

Akibat peristiwa mengerikan itu, pelbagai sebutan seperti kampung maling, desa penadah, dan julukan buruk lain telah mencoreng nama seluruh wilayah Kabupaten Pati.

Padahal, wilayah seluas 1.504 km2 ini sebenarnya memiliki sejumlah keunikan, termasuk jumlah kyai atau pemuka agama Islam yang terbesar di seluruh Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: 6000 Meter dari Pusat Kota Pati, Sunan Bonang Pernah Murka dan Wariskan Kisah Legenda Tongkat Sakti

Pati: Gudang Kyai Terbesar di Jawa Tengah

Menurut catatan yang dilansir dari situs Badan Pusat Statistik (BPS), di tahun 2021 saja ada 770 kyai, ustadz, dan pemuka agama Islam di wilayah tersebut.

Jumlah itu bahkan melampaui kuantitas pemuka agama Islam di sejumlah wilayah Jawa Tengah lain seperti Kudus dan Demak. Sebagaimana diketahui, 2 wilayah itu kerap dikenal karena citranya sebagai Kesultanan Islam dan tempatnya Sunan Kudus.

Baca Juga: Siapa Nama Asli Teyeng Wakatobi? Sosok Selebgram Asal Pati yang Dituding Jadi Provokator Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo

Ironisnya lagi, meskipun memiliki banyak pemuka agama Islam, Pati kerap dijuluki Kota Paranormal dengan sejumlah tokoh seperti Dewi Sedap Malam, Mbah Roso, hingga Bos Edy.

Terlepas dari segala kontroversi dan citra negatifnya, tentunya menarik untuk menelusuri siapa saja tokoh-tokoh kyai yang berasal dari Pati.

Pati dan Nahdlatul Ulama

Dari catatan sejarah Islam di Indonesia, khususnya dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), wilayah Kabupaten Pati punya kontribusi signifikan hingga sekarang.

Baca Juga: Sempat Viral, Teyeng Wakatobi Akhirnya Minta Maaf, Selebgram Pati Klarifikasi Tak Ikut Aksi Pengeroyokan Brutal di Sukolilo, Begini Penjelasannya

Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, wilayah Pati termasuk aktif dalam sejarah pergerakan NU, yang bisa dilacak saat Muktamar ke-22 NU di Jakarta pada tahun 1959.

Tercatat ada 2 nama perwakilan dari Pati, yakni KH Abdul Chaq dan Zuhri Anwar.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X