Minggu, 19 Juli 2026

Rekam Jejak Emil Salim: Sosok Orba yang Viral Karena Statementnya Soal Kelautan Indonesia, Terlibat Dalam Jaringan Mafia Berkeley?

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Juni 2024 | 06:15 WIB
Emil Salim, sosok berpengaruh pada masa orba yang kini mendadak viral dan jadi sorotan  (Instagram/@adamfawara1)
Emil Salim, sosok berpengaruh pada masa orba yang kini mendadak viral dan jadi sorotan (Instagram/@adamfawara1)

SketsaNusantara.idEmil Salim, sosok berpengaruh pada masa Orba viral lagi karena tanggapannya terkait kelautan Indonesia.

Dalam komentarnya yang dilansir SketsaNusantara.id dari Trending Twitter, tokoh intelektual jebolan Berkeley ini menyoroti persoalan kelautan yang terjadi di Indonesia.

"Laut kita ini terkaya di dunia, tapi kita hidup bukan dari laut. Produksi ikan kita tidak tinggi. Jadi kita duduk di atas peti emas, tapi emas di sini (bawah) kita tidak tahu," kata Emil Salim.

Baca Juga: Viral Komentari Laut Indonesia! Ini Dia Profil Emil Salim, Sang Pakar Lingkungan Hidup Indonesia

Dalam komentarnya, Emil Salim juga menekankan tentang tantangan perubahan iklim yang semakin nyata terjadi dan mendesak. Ia juga mengingatkan akan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menghadapi perubahan kondisi alam yang semakin tidak menentu.

Sosok Emil Salim sangat lekat dengan lingkungan ring satu pemerintahan Indonesia.

Terlebih Emil Salim pernah menduduki jabatan sebagai Menteri sebanyak lima kali selama 22 tahun di era rezim Soeharto.

Namun selain itu, nama Emil Salim juga berkaitan erat dengan “Mafia Berkeley”.

Baca Juga: Gibran Minta Maaf terkait Pembagian Buku Tulis Bergambar Jan Ethes, Putra Jokowi: Sudah Ada 4 Tahun Terakhir

Apa Mafia Berkeley itu?

Mafia Berkeley merupakan sebutan untuk sekelompok Menteri Bidang Ekonomi dan Keuangan pada tahun 1973.

Konon Mafia Berkeley inilah yang menentukan kebijakan ekonomi Indonesia pada masa awal Pemerintahan Presiden Soeharto. 

Pada akhir 1960-an, Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang parah. Ketika Soeharto mengambil alih kekuasaan, ia mencari solusi untuk mengatasi masalah ekonomi yang mendesak.

Dia kemudian memanggil sejumlah ekonom yang berpendidikan Barat, terutama dari Universitas California, Berkeley, untuk membantu merancang dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang lebih liberal.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X