Minggu, 19 Juli 2026

Rekam Jejak Emil Salim: Sosok Orba yang Viral Karena Statementnya Soal Kelautan Indonesia, Terlibat Dalam Jaringan Mafia Berkeley?

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 Juni 2024 | 06:15 WIB
Emil Salim, sosok berpengaruh pada masa orba yang kini mendadak viral dan jadi sorotan  (Instagram/@adamfawara1)
Emil Salim, sosok berpengaruh pada masa orba yang kini mendadak viral dan jadi sorotan (Instagram/@adamfawara1)

1. Ketergantungan pada Bantuan Luar Negeri

Kebijakan mereka sangat tergantung pada bantuan luar negeri dan investasi asing, yang membuat Indonesia rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.

2. Kesenjangan Ekonomi

Kebijakan mereka sering kali dituduh menguntungkan kelompok elit dan korporasi besar, sementara masyarakat miskin kurang merasakan manfaatnya. Hal ini menciptakan kesenjangan ekonomi yang signifikan.

3. Korupsi dan Nepotisme

Meskipun kelompok ini terdiri dari ekonom yang kompeten, era Orde Baru dikenal dengan tingkat korupsi yang tinggi. Ada kritik bahwa beberapa kebijakan mungkin telah memfasilitasi praktik korupsi dan kolusi di kalangan elit pemerintah dan bisnis.

Baca Juga: Haram Jadi Halal, Masyarakat Pertanyakan Keputusan PBNU Terima Konsesi Tambang yang Sempat Diharamkan Pada Tahun 2015

4. Otoritarianisme

Kebijakan ekonomi mereka diterapkan dalam konteks rezim otoriter yang menekan kebebasan politik dan hak asasi manusia. Kritik menyebutkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak bisa menghapus pelanggaran hak asasi manusia dan represivitas rezim Soeharto.

Setelah jatuhnya Soeharto pada 1998, warisan "Mafia Berkeley" masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, mereka dianggap berhasil membawa stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, sementara di sisi lain, kebijakan mereka juga dianggap berkontribusi pada masalah sosial dan ekonomi yang kompleks di Indonesia, termasuk ketidakadilan sosial dan ketergantungan pada investasi asing.

Jaringan "Mafia Berkeley" memiliki dampak yang signifikan dan beragam pada ekonomi dan politik Indonesia selama era Orde Baru. Keberhasilan mereka dalam menstabilkan ekonomi diakui, tetapi kritik mengenai kesenjangan ekonomi, ketergantungan pada luar negeri, dan kaitan dengan korupsi tetap menjadi bagian penting dari evaluasi sejarah mereka.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X