Minggu, 19 Juli 2026

Viral Komentari Laut Indonesia! Ini Dia Profil Emil Salim, Sang Pakar Lingkungan Hidup Indonesia

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 14 Juni 2024 | 20:55 WIB
Profil Emil Salim, ramai setelah komentari laut Indonesia.   (Instagram/iwanskamah)
Profil Emil Salim, ramai setelah komentari laut Indonesia. (Instagram/iwanskamah)

SketsaNusantara.id - Emil Salim, seorang tokoh terkemuka di bidang lingkungan hidup, menyoroti masalah laut yang dihadapi Indonesia.

Meskipun sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya laut, penduduknya belum mampu memanfaatkan kekayaan tersebut secara optimal.

Komentar Emil Salim ini menjadi trending topik di media sosial X atau Twitter.

Baca Juga: Heboh, Beredar Video Siswa SMP Difabel di Makassar Dibully Teman Sekolahnya, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi, Begini Penjelasannya

"Laut kita ini terkaya di dunia, tapi kita hidup bukan dari laut. Produksi ikan kita tidak tinggi. Jadi kita duduk di atas peti emas, tapi emas di sini (bawah) kita tidak tahu," ujarnya.

Menurut Emil, tantangan perubahan iklim semakin nyata dan mendesak.

"Laut yang kita hadapi ke depan tidak sama dengan laut yang kemarin," tambahnya, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menghadapi perubahan kondisi alam yang semakin tidak menentu.

Baca Juga: Forum Gas 2024 Digelar SKK Migas, Penyerapan Gas Bumi Dioptimalkan untuk Jabar, Jateng, dan Jatim

Melansir dari website resmi Universitas Indonesia, Emil Salim dikenal luas atas kontribusinya sebagai Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1978-1983) serta Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (1983-1993).

Tak hanya di tingkat nasional, prestasi Emil juga diakui di kancah internasional.

Dia menggagas dengar publik pertama di Indonesia yang membahas isu lingkungan hidup, yang kemudian menjadi model untuk konferensi serupa di negara lain.

Baca Juga: Rayakan Disney Summer Fest 2024, Nikmati Layanan Free Shuttle Bus ke 3 Mal Besar Surabaya!

Lahir di Lahat, Palembang pada 8 Juni 1930, Emil memiliki darah Minang dari orang tuanya, Baay Salim dan Siti Syahzinan.

Mereka berasal dari Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X