SketsaNusantara.id - Emil Salim, seorang tokoh terkemuka di bidang lingkungan hidup, menyoroti masalah laut yang dihadapi Indonesia.
Meskipun sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya laut, penduduknya belum mampu memanfaatkan kekayaan tersebut secara optimal.
Komentar Emil Salim ini menjadi trending topik di media sosial X atau Twitter.
"Laut kita ini terkaya di dunia, tapi kita hidup bukan dari laut. Produksi ikan kita tidak tinggi. Jadi kita duduk di atas peti emas, tapi emas di sini (bawah) kita tidak tahu," ujarnya.
Menurut Emil, tantangan perubahan iklim semakin nyata dan mendesak.
"Laut yang kita hadapi ke depan tidak sama dengan laut yang kemarin," tambahnya, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menghadapi perubahan kondisi alam yang semakin tidak menentu.
Baca Juga: Forum Gas 2024 Digelar SKK Migas, Penyerapan Gas Bumi Dioptimalkan untuk Jabar, Jateng, dan Jatim
Melansir dari website resmi Universitas Indonesia, Emil Salim dikenal luas atas kontribusinya sebagai Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1978-1983) serta Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (1983-1993).
Tak hanya di tingkat nasional, prestasi Emil juga diakui di kancah internasional.
Dia menggagas dengar publik pertama di Indonesia yang membahas isu lingkungan hidup, yang kemudian menjadi model untuk konferensi serupa di negara lain.
Baca Juga: Rayakan Disney Summer Fest 2024, Nikmati Layanan Free Shuttle Bus ke 3 Mal Besar Surabaya!
Lahir di Lahat, Palembang pada 8 Juni 1930, Emil memiliki darah Minang dari orang tuanya, Baay Salim dan Siti Syahzinan.
Mereka berasal dari Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Artikel Terkait
Gibran Minta Maaf terkait Pembagian Buku Tulis Bergambar Jan Ethes, Putra Jokowi: Sudah Ada 4 Tahun Terakhir
Cetak Rekor Terbesar, Sapi Kurban Prabowo Subianto Capai 1,3 Ton! Warnanya Hitam Pekat Bikin Merinding
Haram Jadi Halal, Masyarakat Pertanyakan Keputusan PBNU Terima Konsesi Tambang yang Sempat Diharamkan Pada Tahun 2015
SUKOLILO PRIDE, Nama-Nama Google Maps di Pati Diubah jadi Sarang Maling hingga Kampung Penadah
Kronologi Relawan Cari Korban Longsor di Lumajang Berujung Temukan Tanaman Ganja, Dapat Wangsit dari Burung Gagak