Selama proses tersebut menurutnya, sudah banyak upaya dilakukan untuk meminta dilaksanakan konferensi namun selalu tidak ada jawaban yang pasti.
“Sampai MWCNU berangkat ke PWNU untuk bertanya tetapi tidak bisa memberikan jawaban. Kondisi ini menunjukan bahwa ada ketidak kompakan di internal PBNU serta adanya tarik ulur, yang bisa berdampak tidak baik di level akar rumput,” tegasnya.
“Kami juga sudah bertemu Sekjen PBNU Gus Ipul, tetapi hasilnya sama saja tidak ada hasil. Apalagi kondisi ini bukan hanya dirasakan di Jember melainkan dari berbagai daerah di Indonesia,” sambungnya.
Maka, dengan adanya karteker harus bisa segera membentuk konferensi cabang. Sebab, para ulama dan kiai sudah menunggu pemimpin khususnya meneruskan perjuangan PCNU Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Gandeng Wamenkes, Pemkab Jember Siap Luncurkan Layanan Kesehatan Homecare
Denda Dihapus untuk Usaha Berizin, Tambang Ilegal Jadi Sasaran Pengawasan Pemkab Jember
Atasi Internet Lemot, Pemkab Jember Kejar Target Hapus 19 Titik Blankspot di 12 Kecamatan
Perkuat Fondasi Kemanusiaan, PMI Jember Gelar Pendataan Massal PMR SMP/MTs se-Kabupaten
Belasan Tahun Akses Jalan di Plosok Desa Sucopangepok Minim Perbaikan, Legislator Gerindra Dorong Pemkab Jember Ambil Tindakan
Dukung Pemkab Luncurkan Program Homcare, DPRD Jember Dorong Pelayanan Kesehatan Bisa Menyentuh Plosok Desa
Program Homecare Segera Diluncurkan, Komisi D DPRD Jember Sebut Kesiapan SDM Jadi Penentu Keberhasilan Program
Napak Tilas Jejak Kakek, Turis Belanda Kepincut Serunya Nyadap Karet di Kebun Kalimrawan Jember
Banjir Peminat! Donor Darah di CFD Jember Berhadiah Minyak Goreng, PMI Himpun 56 Kantong
Sempat Pasrah Uang Hangus, Warga Banyuwangi Lega BI Jember Ganti Rp25,7 Juta Sisa Kebakaran