SketsaNusantara.id - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember periode 2019-2024 meluruskan, terkait isu yang berkembang soal belum dilaksanakannya konferensi cabang.
Kondisi ini muncul setelah adanya isu, yang menyudutkan PCNU Jember periode 2019-2024 karena belum mengadakan konferensi cabang.
Wakil Ketua PCNU Jember periode 2019-2024, Ayub Junaidi mengatakan pemberitaan yang beredar di media sosial dan mainstream ini membuat gaduh, maka perlu diluruskan secara jelas.
Baca Juga: Sempat Pasrah Uang Hangus, Warga Banyuwangi Lega BI Jember Ganti Rp25,7 Juta Sisa Kebakaran
“Kami dari kepengurusan PCNU 2019-2024, telah bersepakat menjelaskan duduk permasalahannya dan meluruskan hal tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 20 Juli 2026.
Ayub menyampaikan, proses pengajuan konferensi cabang ini sudah dilakukan secara administrasi sesuai dengan AD/ART, bahwa 3 bulan sebelum masa bakti berakhir harus segera mengajukan.
“Proses ini sudah kita lakukan sesuai AD/ART, pertama pengajuan surat pada tanggal 10-11 Agustus 2024. Awal ini kita sudah layangkan surat dan panitia sudah terbentuk,” imbuhnya.
Baca Juga: Banjir Peminat! Donor Darah di CFD Jember Berhadiah Minyak Goreng, PMI Himpun 56 Kantong
Karena tidak mendapatkan jawaban dari PBNU, maka dilayangkan surat kedua untuk mengadakan konferensi pada tanggal 7-8 September 2024, namun hasilnya sama. Selanjutnya berkirim kembali pada tanggal 21-22 Desember 2026 tetapi hasilnya tetap tidak ada balasan dari PBNU.
“Karena di kepengurusan Gus Yahya seluruh konferensi harus disetujui oleh PBNU, berbeda dengan zaman KH Said Aqil Siradj yang lebih mudah,” pungkasnya.
“Namun, pada saat surat kita ketiga dilayangkan dibalas dengan perpanjangan kepengurusan hingga Januari 2025, lalu kita kirim surat lagi untuk konferensi pada Februari 2025 tapi gak ada jawaban,” jelasnya.
Baca Juga: Napak Tilas Jejak Kakek, Turis Belanda Kepincut Serunya Nyadap Karet di Kebun Kalimrawan Jember
Ayub menegaskan, perpanjangan SK kepengurusan PCNU Jember dilakukan sebanyak 2 kali hingga bulan April 2025, selama masa tersebut sudah mengajukan surat untuk dilakukan konferensi.
“Tapi hasilnya masih sama, hingga surat terakhir kita layangkan pada awal tahun 2026 dan juga tidak ada jawaban sampai muncul SK karteker pada 14 Juli 2026 yang diminta untuk melaksanakan konferensi paling lambat 3 bulan,” tuturnya.
Artikel Terkait
Gandeng Wamenkes, Pemkab Jember Siap Luncurkan Layanan Kesehatan Homecare
Denda Dihapus untuk Usaha Berizin, Tambang Ilegal Jadi Sasaran Pengawasan Pemkab Jember
Atasi Internet Lemot, Pemkab Jember Kejar Target Hapus 19 Titik Blankspot di 12 Kecamatan
Perkuat Fondasi Kemanusiaan, PMI Jember Gelar Pendataan Massal PMR SMP/MTs se-Kabupaten
Belasan Tahun Akses Jalan di Plosok Desa Sucopangepok Minim Perbaikan, Legislator Gerindra Dorong Pemkab Jember Ambil Tindakan
Dukung Pemkab Luncurkan Program Homcare, DPRD Jember Dorong Pelayanan Kesehatan Bisa Menyentuh Plosok Desa
Program Homecare Segera Diluncurkan, Komisi D DPRD Jember Sebut Kesiapan SDM Jadi Penentu Keberhasilan Program
Napak Tilas Jejak Kakek, Turis Belanda Kepincut Serunya Nyadap Karet di Kebun Kalimrawan Jember
Banjir Peminat! Donor Darah di CFD Jember Berhadiah Minyak Goreng, PMI Himpun 56 Kantong
Sempat Pasrah Uang Hangus, Warga Banyuwangi Lega BI Jember Ganti Rp25,7 Juta Sisa Kebakaran