“KUR terbanyak yang saya terima adalah Rp300 juta. Waktu itu buat pengembangan usaha dengan membeli peralatan untuk kebutuhan perbaikan. Alatnya mahal karena mengikuti teknologi kendaraan. Dana pinjaman juga saya buat beli mobil. Setelah diperbaiki, saya jual,” kata dia.
Hingga kini, jasa perbaikan kendaraan bermotor tersebut dilakoninya dengan dibantu oleh 3 karyawan. Ia juga melanjutkan jual beli mobil dengan kolega yang bermacam-macam.***
Artikel Terkait
Apa Itu PBX Finder? Mengenal Alat Pelacak yang Ditemukan di Kolong Mobil Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto