Komentar tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap fisik seseorang dan memicu kritik dari berbagai kalangan.
Sejumlah netizen pun ramai menyampaikan kecaman melalui media sosial.
"Yth Nana, daripada ngomentarin fisik orang, coba boleh kali benerin jalan Cirebon, bangun infrastruktur Cirebon, cari solusi penanggulangan banjir di Kabupaten Cirebon, fokus kasih dana pendidikan ke sekolah-sekolah di Cirebon, UMK Cirebon semungil itu loh," komentar akun X @na*******.
Baca Juga: Kantin Sekolah Bakal Terlibat dalam Program MBG? Komisi X DPR Sebut Sudah Mengusulkan Sejak Awal
"Udah pakai gelar hajah, terus sarjana pendidikan pula, hadeh, jari jemarinya bener-bener nggak bisa dijaga," tulis akun X @sk*******.
"Bisa-bisanya wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon komen kayak gitu, heran," tulis akun X @hi******.
"Bu, daripada ngatain rakyat yang notabene yang gaji anda, mbok ya mikirin perjuangan perbaikan jalan-jalan di Cirebon yang udah bertahun-tahun hancur," tulis akun X @gr*******.
"Kok bisa wakil rakyat malah menghujat rakyatnya," kata akun X @ca*********.
Setelah polemik tersebut mencuat, Nana Kencanawati menyampaikan permintaan maaf melalui media sosialnya.
Ia mengakui komentarnya tidak pantas dan telah menyinggung banyak pihak.
Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul derasnya kritik yang muncul dari masyarakat dan pengguna media sosial.
Kasus ini pun menjadi perbincangan luas dan memunculkan kembali diskusi mengenai etika pejabat publik dalam merespons kritik maupun perbedaan pendapat yang disampaikan masyarakat melalui media sosial.***
Artikel Terkait
BMKG Sebut Gempa Palu Dipicu Sesar Aktif dengan Mekanisme Geser Turun, Penampakan Kondisi Pesisir saat Air Laut Surut Pasca Gempa Jadi Sorotan
DPR Soroti Rencana E-Voting Pemilu 2029, Dede Yusuf Ingatkan Risiko Keamanan Data dan Kesenjangan Infrastruktur
Viral Video Pesta di Karawang, KH Cholil Nafis Desak Pemerintah dan DPR Susun Aturan Lebih Tegas
Liburan ke Korea Selatan, Turis WNI Apresiasi Polisi yang Berhasil Temukan Ponsel Hilang dalam 10 Menit, Warganet Ramai Bandingkan dengan Indonesia
Pemerintah Siap Luncurkan B50 Mulai Juli 2026, Ini Kelebihan dan Kekurangan BBM Campuran Solar dan Minyak Sawit, Benarkah Jadi Lebih Boros?
Apa itu B50? Mengenal BBM Campuran Solar dengan Minyak Kelapa Sawit yang Dinilai Lebih Ramah Lingkungan, Pakar Ingatkan Dampaknya pada Mesin Kendaraan