Berdasarkan data awal hasil olah TKP Polres Biak Numfor dan laporan Humas Kantor SAR Biak, diketahui bom tua berdaya ledak masif tertimbun atau berada di area kolong salah satu rumah panggung milik warga yang letaknya berbatasan langsung dengan area pinggiran pantai.
Ledakan dahsyat tiba-tiba terjadi tanpa ada tanda-tanda peringatan. Bom peninggalan tahun 1944 tersebut meledak secara tiba-tiba dengan kekuatan yang sangat masif.
Dentuman kerasnya terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di Pelabuhan Biak yang berjarak cukup jauh, serta terdengar hingga radius beberapa kilometer.
Gelombang kejut ledakan langsung meratakan sekitar 6 hingga 10 rumah panggung semipermanen di sekitarnya dalam hitungan detik. Rumah-rumah tersebut hancur berantakan menjadi puing-puing bangunan.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan area sekitar.
Kabar yang beredar menyebutkan sedikitnya 10 warga dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan maut tersebut dan beberapa orang dilaporkan hilang setelah rumah mereka luluh lantak terkena ledakan.
Beredar pula video menyayat hati saat warga sekitar ikut melakukan pencarian bersama Basarnas pasca terjadi ledakan. Sejumlah korban ditemukan tertimbun puing-puing reruntuhan rumah dan ada yang terseret arus karena saat itu bertepatang dengan terjadinya arus pasang dekat pesisir pantai.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendataan terkait jumlah pasti korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Otoritas keamanan dan tim medis masih berfokus pada proses identifikasi jenazah serta penanganan darurat di lapangan.
Dari total 5 korban yang dinyatakan meninggal dunia, 4 jenazah telah dievakuasi dan disemayamkan di RSUD Biak dan 1 lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut Biak.
Laporan awal dari kepolisian sebelumnya menyebutkan 5 korban jiwa telah ditemukan, sedangkan beberapa korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Proses pencarian yang dihentikan karena faktor kegelapan dan air laut yang sedang pasang, mengingat lokasi berada di Kompleks Perikanan/pesisir. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan sejak Senin pagi ini oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Brimob, dan Polri.
Artikel Terkait
Kronologi Ledakan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut, 4 Anggota TNI AD dan 9 Warga Sipil Jadi Korban, Apa Penyebabnya?
Sebut Kecelakaan Kerja, Gubernur Jawa Barat Tanggung Anak-Anak Korban Ledakan Amunisi Garut hingga Kuliah
Ketua DPR RI Minta TNI Lakukan Evaluasi Menyeluruh Terkait Ledakan Amunisi di Garut
Heboh! Ledakan di Masjid Pesona Regency Patrang, Jember Kejutkan Jemaah Tarawih, Plafon hingga Lemari Hancur
5 Fakta Ledakan di Perbatasan Surabaya-Sidoarjo, Sejumlah Rumah Warga Rusak dan 1 Orang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kecelakaan Kerja di Pabrik Baja