Kondisi permodalan tersebut memungkinkan BRI untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, termasuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembiayaan produktif lainnya. Seluruh langkah tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan, sehingga BRI dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” pungkas Achmad Royadi.
Hingga akhir Triwulan I 2026, kombinasi likuiditas yang terjaga, biaya dana yang semakin efisien, peningkatan dana murah, serta permodalan yang kuat menjadi fondasi penting bagi BRI dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Di Tengah Dominasi Pemain Asing dengan Market Value Tertinggi di BRI Super League, Thom Haye Jadi Paling Teratas dan Rizky Ridho Buktikan Kualitas Pem
Lebih 60 Persen KUR BRI Mengalir ke Sektor Produksi, Ini Capaian Penyaluran Sepanjang Tahun 2025
Ditopang Pendanaan KUR BRI, Karyawan Pabrik Pilih Keluar dan Sukses Kembangkan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan
BRI Dukung Proses Hukum usai Kejati DKI Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Kredit KoinWorks
Hidupkan Semangat Baru, BRI Peduli Hadirkan Ambulans untuk Pekerja Sosial di Jombang