Sabtu, 18 Juli 2026

Ditopang Pendanaan KUR BRI, Karyawan Pabrik Pilih Keluar dan Sukses Kembangkan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 Mei 2026 | 13:50 WIB
Andika Pratama (32) sedang menata elpiji dan galon air milik Nur Kholik untuk dikirim ke pelanggan. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)
Andika Pratama (32) sedang menata elpiji dan galon air milik Nur Kholik untuk dikirim ke pelanggan. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.id - Bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta menjadikan seseorang berpikir ulang untuk menambah penghasilan. Hal ini telah dilakoni Nur Kholik (41) warga Dusun Keboan Lor, Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.

Di tahun 2012, ia mulai membaca peluang usaha yang cocok untuk dikembangkan di lingkungan pedesaan tempat tinggal rumahnya. Kepada SketsaNusantara.id, Kholik, sapaan akrabnya, memulai usaha berdagang elpiji kemasan 3 kilogram dan air mineral dalam kemasan galon.

"Tahun 2012, sambil bekerja di perusahaan yang berada di Sidoarjo, saya memulai usaha berdagang elpiji dan air minum kemasan," ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Baca Juga: Status WA Indri Wahyuni Viral, Tetap Bela Kemenangan SMAN 1 Sambas di LCC 4 Pilar

Kholik mengaku, untuk menjalankan usaha tersebut, modal yang digunakan adalah hasil tabungan dia bekerja selama ini. Selain itu, katanya, sebagian modal lainnya adalah hasil pinjam dari teman dan tetangga.

Modal tersebut, ungkap Kholik, untuk pembelian tabung gas dan galon air sebagai syarat utama mendatangkan gas elpiji dan air mineral dalam kemasan. 

"Pertama membuka usaha ini modal yang saya pakai hanya Rp2 juta. Setiap gajian kerja tak pakai untuk modal," ceritanya. 

Baca Juga: Tak Miliki Kendaraan Satupun? Segini Besaran Harta Kekayaan Indri Wahyuni, Viral Usai Jadi Juri LCC 4 Pilar MPR RI

Dia mengatakan, usaha penjualan yang ia kembangkan tersebut penggunaan modal terbesar memang dari kepemilikan tabung elpiji dan galon air.

"Kita tidak mungkin dilayani kalau tidak punya itu. Kalau soal tempat usaha, waktu itu saya memanfatkan tempat yang sederhana. Terpenting bisa mendatangkan barang dagangan dari distributor," ungkap Kholik. 

Menjalani usaha sambil bekerja di tempat lain dirasa Kholik tidak bisa fokus. Meski demikian, usaha dagangnya sempat mengalami puncak penjualan. Pada waktu itu kurun waktu di tahun 2014-2015.

Baca Juga: Justice for Nikita! Rieke Diah Pitaloka Desak Komisi Kawal Kasus Nikita Mirzani, Soroti Hakim Ronald Tanur

"Setelah itu, penjualan mengalami penurunan. Terutama pada penjualan air minum," kata dia. 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X