Minggu, 19 Juli 2026

Ditopang Pendanaan KUR BRI, Karyawan Pabrik Pilih Keluar dan Sukses Kembangkan Perdagangan Air Minum Dalam Kemasan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 Mei 2026 | 13:50 WIB
Andika Pratama (32) sedang menata elpiji dan galon air milik Nur Kholik untuk dikirim ke pelanggan. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)
Andika Pratama (32) sedang menata elpiji dan galon air milik Nur Kholik untuk dikirim ke pelanggan. (SketsaNusantara.id/As ad Choirudin)

Kholik mengaku, kondisi tersebut disebabkan semakin banyaknya produk air minum dalam kemasan. Sehingga, sambung Kholik, pelanggan yang semula hanya mengenal produk yang ia jual, mulai beralih ke produk lain. 

Untuk dapat melayani permintaan konsumen, ia harus menyediakan permintaan pelanggan.

Baca Juga: Terungkap Awal Mula Rumah Penampungan 11 Bayi di Yogyakarta, Polisi Soroti Status Orang Tua Belum Menikah

Di tahun 2017, ia memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja. Selain karena kesejahteraan dirasa kurang, alasan utamanya agar lebih fokus pada usaha yang dia rintis selama ini. 

Dukungan modal dari perbankan sangat dibutuhkan saat itu untuk menunjang usaha perdagangannya. Ia memilih BRI sebagai mitra pendanaan atas usahanya. 

Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi tujuan utama ia mengakses permodalan di BRI. Bunga pinjaman yang terjangkau menjadi alasan Kholik mengajukan pinjaman ke bank. Tak hanya itu, BRI mudah dijangkau dari tempat tinggalnya yang hanya ditempuh dalam waktu hanya 10 menit.

Baca Juga: Unduh Segera! Twibbon Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dengan Desain-desain Terbaru dan Terupdate

"Saat itu saya mengajukan pinjaman sebesar Rp25 juta. Meski bunga ringan tetapi saya tetap mengukur kemampuan," katanya. 

Mengenai lama waktu pelunasan, Kholik memilih jangka 3 tahun. Hal itu berkaitan dengan ketenangan dia setiap bulannya saat jatuh tempo pembayaran. "Setiap bangun tidur, langsung mengitung angusuran Mas. Jadi biar tidak berat, saya piilih tiga tahun lunas," cerita Kholik sambil bercanda.  

Pinjaman KUR pertama kali tersebut ia gunakan untuk menambah tabung elpiji dan galon air berbagai produk. 

Baca Juga: Tersembunyi di Lereng Gunung Merapi, Desa Pentingsari Tawarkan Wisata Alam, Budaya, hingga Tur Lava yang Ramai Dicari

Dirasa ada perkembangan usaha perdagangannya,ia pun mengajukan kredit lagi dengan nilai lebih. "Tahun 2020 saya mengajukan KUR lagi sebesar Rp50 juta untuk pengembangan usaha," ucapnya. 

Pinjaman KUR yang kedua ini, digunakan Kholik untuk pengadaan armada roda 4. "Saya gunakan beli pick up milik tetangga. Untuk aktivitas perdagangan, sebelumnya saya memakai kendaraan roda 3," terang Kholik. 

Dukungan pendanaan dari BRI dirasa Kholik terus mengalami perkembangan atas usaha perdagangan yang ia kelola. Karena itu, tahun 2023 dan tahun 2025 ia kembali memanfaatkan program KUR.

Baca Juga: Di Balik Hidangan Sultan Yogyakarta, Ada Pawon Prabeya dan Lodeh Kluwih yang Jadi Lambang Kesederhanaan dan Kuasa

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X