Desakan juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Tambang (KSST). Organisasi tersebut menilai persoalan yang berkembang tidak dapat dipandang sebagai kejadian biasa karena berkaitan dengan keberlanjutan ekosistem pesisir serta tata kelola pertambangan di kawasan strategis nasional.
Di tengah meningkatnya perhatian publik, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur telah meminta PT Feni Halmahera Timur (FHT), anak usaha PT Aneka Tambang Tbk, segera mengambil langkah penanganan. Pemerintah daerah juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi lingkungan di kawasan tersebut.
Menanggapi berbagai tudingan yang berkembang, PT FHT menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan pemeriksaan lapangan terhadap kondisi perairan Teluk Buli. Perusahaan menyebut perubahan warna air dipengaruhi tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Perusahaan juga telah menurunkan tim teknis dan tim lingkungan untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Evaluasi terhadap sistem pengendalian sedimentasi dan infrastruktur pendukung lainnya juga disebut sedang dilakukan.
Selain itu, manajemen perusahaan menyatakan terbuka terhadap proses verifikasi, evaluasi, maupun arahan dari pemerintah dan instansi terkait agar penanganan persoalan dilakukan secara objektif serta berdasarkan data lapangan.
Hingga kini, hasil evaluasi dan pemeriksaan dari pihak berwenang masih dinantikan untuk memastikan penyebab perubahan kondisi perairan di Kali Kukuba dan Teluk Buli. Di sisi lain, tuntutan agar aktivitas pertambangan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir terus mengemuka di tengah perhatian publik yang semakin besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
WALHI Yogyakarta Sebut Mundurnya Raffi Ahmad Tidak Menjamin Proyek Beach Club Gunungkidul Batal Dibangun, Ini Alasannya
Profil Nur Hidayati, Eks Direktur Walhi Meninggal Dunia, Pernah Tangani Pencemaran PT Freeport
WALHI Angkat Bicara Soal Pesisir Jember yang Terancam! Tambak Udang Ilegal Sebabkan Pencemaran, Abrasi, dan Krisis Ekologi
Bau Menyengat Ganggu Sekolah dan Pemukiman Warga, WALHI Jawa Timur Desak Pemkab Bojonegoro Tutup PT Sata Tec Indonesia yang Langgar Aturan