Beberapa program yang dihadirkan antara lain Bamboo Talk yang membahas fungsi bambu dalam kehidupan modern. Selain itu, terdapat Bamboo Stage yang menampilkan karya seni berbasis literasi bambu.
Festival tersebut juga menghadirkan Bamboo Show berupa pameran dan lomba instalasi bambu dari banjar serta desa adat. Ada pula Bamboo Market yang menampilkan kuliner dan produk berbahan bambu.
Selain kegiatan budaya dan ekonomi kreatif, festival juga menghadirkan Bamboo Movement berupa aksi penanaman pohon bambu sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.
Melalui kerja sama dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Samsara Living Museum berharap festival tersebut dapat memperkuat perhatian terhadap potensi bambu Indonesia di tingkat global.
"Kita butuh strategi untuk memperkuat nilai dasar suatu daerah agar masyarakatnya percaya diri menjadi tuan di rumah sendiri."
Melalui pendekatan budaya dan lingkungan, Samsara Bamboo Festival 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi baru bagi pelestarian alam sekaligus penguatan identitas masyarakat Bali.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Liburan ke Magelang, Jangan Lupa Cicipi Sup Senerek, Sajian Legendaris Hasil Akulturasi Budaya Belanda-Jawa
Pagelaran Budaya Jember, Puluhan Pegon Hiasi Jalur Pantai Watu Ulo dan Papuma di Momen Lebaran Ketupat
Arti Lontong dalam Budaya Jawa, Simbol Hati Bersih dan Saling Memaafkan Saat Lebaran
ICF 2026 Malang Jadi Ajang Kolaborasi Budaya Nasional, Usung Konsep Living Museum
Jagongan Rebo Pon di Semboro Jember Jadi Ajang Pererat Persaudaraan dan Budaya Gotong Royong