Selasa, 16 Juni 2026

ICF 2026 Malang Jadi Ajang Kolaborasi Budaya Nasional, Usung Konsep Living Museum

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 5 Mei 2026 | 19:52 WIB
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bekerja sama dengan Yayasan Lintas Batas menyelenggarakan Indonesia Culture & Creative Festival (ICF) pada 8-10 Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Malang. (Dok. ICF)
Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bekerja sama dengan Yayasan Lintas Batas menyelenggarakan Indonesia Culture & Creative Festival (ICF) pada 8-10 Mei 2026 di Kota dan Kabupaten Malang. (Dok. ICF)

SketsaNusantara.id - Indonesia Culture & Creative Festival (ICF) 2026 digelar pada 8 hingga 10 Mei di Kota dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kebudayaan.

Festival ini diselenggarakan oleh Indonesia Creative Cities Network bersama Yayasan Lintas Batas. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis kawasan.

ICF 2026 berpusat di kawasan Boon Pring, Kabupaten Malang. Lokasi tersebut dikembangkan sebagai Bamboo Living Museum yang mengintegrasikan alam, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Terpopuler! Link Twibbon Hari Buku Nasional 17 Mei 2026, Desain Apik dan Keren Cocok untuk Isi Story Medsos

Program ini merupakan kelanjutan dari penguatan kawasan yang telah dimulai sebelumnya. Pengembangan Boon Pring sebagai Living Museum dilakukan sejak peluncuran pada 2025.

Ketua Harian ICCN, Vicky Arief Hidayat, menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang pertukaran praktik antar daerah.

“Festival ini mempertemukan berbagai pendekatan pengembangan budaya dari banyak kota, sehingga tercipta pembelajaran kolektif yang bisa diterapkan di berbagai wilayah,” ujarnya.

Baca Juga: 15 Ucapan Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia 2026 untuk Caption dan Status

Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan diselenggarakan secara terstruktur. Program yang dihadirkan meliputi diskusi, residensi budaya, serta pemetaan kawasan.

Hari pertama kegiatan berlangsung di Kota Malang dengan sejumlah sesi diskusi. Tema yang diangkat mencakup penjenamaan kota hingga penguatan identitas budaya.

Diskusi tersebut juga menyinggung keterkaitan dengan jejaring global seperti UNESCO Creative Cities Network. Selain itu, dibahas pula peran budaya dalam meningkatkan daya saing daerah.

Kegiatan lainnya mengangkat tema ekonomi kreatif berbasis budaya. Para pembicara membahas bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dipusatkan di kawasan Boon Pring. Program cultural residency menjadi fokus utama dalam rangkaian tersebut.

Peserta dilibatkan dalam berbagai aktivitas berbasis pengalaman langsung. Kegiatan ini mencakup eksplorasi budaya hingga produksi pengetahuan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X