Sabtu, 18 Juli 2026

Sambut Kepulangan 9 WNI ke Tanah Air, Menlu Sugiono Kecam Penahanan dan Perlakuan Kasar Israel terhadap Relawan yang ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 25 Mei 2026 | 08:30 WIB
Potret Menlu Sugiono menjemput 9 WNI yang sempat ditahan di penjara Israel  saat tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza, Palestina (Instagram/menluri)
Potret Menlu Sugiono menjemput 9 WNI yang sempat ditahan di penjara Israel saat tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza, Palestina (Instagram/menluri)

SketsaNusantara.id – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 (GSF 2.0) akhirnya kembali ke Tanah Air setelah sempat ditahan militer Israel.

Momen kepulangan para relawan dan jurnalis Indonesia itu berlangsung penuh haru. Kedatangan mereka di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 24 Mei 2026, disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono.

Didampingi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, tampak Menlu Sugiono hadir mengenakan kifeyeh, sebagai simbol solidaritas terhadap para relawan yang ikut terjun langsung dalam misi kemanusiaan ke Gaza.

Baca Juga: Update! Israel Akhirnya Bebaskan Seluruh Delegasi Global Sumud Flotilla, Menlu Pastikan Relawan WNI yang Sebelumnya Ditahan Akan Segera Dipulangkan

"Alhamdulillah. Hari ini, 24 Mei 2026, 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 telah tiba kembali di Indonesia dengan selamat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan ini," tulis Sugiono, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @menluri.

Suasana di bandara pun dipenuhi teriakan "Free Palestine!" dari para aktivis dan simpatisan yang datang sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih berada di bawah pendudukan Israel.

Sembilan WNI tersebut sebelumnya ditangkap militer Israel pada Senin, 18 Mei 2026, saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza bersama ratusan aktivis internasional lainnya dalam aksi Global Sumud Flotilla 2026.

Armada kapal GSF yang ditumpangi para relawan mendadak dicegat di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur. Mereka sempat ditahan dan dipindahkan dalam penjara kapal bahkan mendapat perlakuan kasar dari tentara Israel.

Baca Juga: Menlu Sugiono Minta Bantuan Yordania dan Turki usai 9 WNI Ditahan Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza

Kabar penangkapan tersebut tersebar luas di media sosial. Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi diplomatik intensif sejak para relawan diintersep oleh militer Israel hingga akhirnya dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat.

"Sejak kejadian intersepsi pada 18 Mei, pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi agar para WNI bisa segera dibebaskan dan kembali ke Indonesia,” ujar Menlu Sugiono.

"Keselamatan dan pelindungan WNI merupakan prioritas diplomasi Indonesia. Negara hadir untuk melindungi setiap warga negaranya, di mana pun mereka berada," imbuhnya.

Beberapa hari kemudian, para relawan dibebaskan dan Israel mendeportasi ratusan aktivis, termasuk 9 WNI, sehingga bisa dipulangkan kembali ke negara asalnya.

Dalam proses pemulangan tersebut, Pemerintah Republik Turkiye turut memberikan bantuan penting dengan memfasilitasi penerbangan bagi para relawan Global Sumud Flotilla.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @menluri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X