Salah satu joki diketahui merupakan siswa terbaik yang meraih peringkat 2 paralel di sekolahnya. Ia mengaku bisa mengerjakan soal-soal ujian dari berbagai universitas dalam waktu kurang dari 2 jam tanpa ada kesulitan dan 6 kali dinyatakan lulus.
Joki ujian tersebut dipersiapkan 2-3 bulan sebelum mengikuti ujian dan mendapat biaya Rp 30-75 juta per kali menerima pesanan, tergantung kesulitan soal ujian yang dikerjakan.
Baca Juga: Dikabarkan Ada Kecurangan Saat UTBK SNBT, Universitas Jember Pastikan 96 Persen Peserta Ikuti Ujian
"Joki ini memang cerdas anaknya. Mereka dibayar puluhan juta, setiap kali mengerjakan soal ujian dari universitas yang lebih bagus akan dibayar lebih mahal," tulis Luthfie dalam unggahan di Instagramnya.
“Namun, sangat penting aset talenta muda seperti ini harus berhadapan dengan hukum. Kita berharap kasus ini menjadi sarana edukasi dan pemulihan bagi yang bersangkutan,” ujarnya.
“Semoga setelah ini, energi dan kecerdasannya dapat ditransfer untuk menciptakan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia ke depannya,” pungkas Luthfie.
Itulah sederet fakta kasus joki UTBK di Surabaya yang belakangan ini ramai jadi sorotan. Para pelaku bisa dijerat pasal berlapis karena proses melibatkan manipulasi data di perangkat elektronik atau mengunggah dokumen palsu untuk mengakses ujian.
Praktik joki UTBK merupakan tindak pidana serius yang melanggar UU ITE dan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat hingga Pasal 378 KUHP tentang penipu.
Dalam beberapa kasus, sindikat joki UTBK di Surabaya terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara. Selain itu, peserta yang jasa menggunakan joki akan didiskualifikasi hingga masuk daftar hitam (blacklist) dan dilarang mengikuti seluruh jalur seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Puncak Komedi! Kepala BKN Usulkan Calon ASN yang Terlanjur Resign untuk Kembali ke Pekerjaan Lama, Imbas Penundaan Pengangkatan CPNS
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Soroti Ribuan CPNS 2024 yang Memilih Mengundurkan Diri karena Alasan Penempatan
Terungkap Praktik Kecurangan UTBK-SNBT 2025 di UNEJ Jember dan UNDIP Semarang, Ada yang Pakai Kuncir Rambut hingga Kerudung
Pegawainya Dikabarkan Bantu Kecurangan UTBK SNBT, Begini Tanggapan Kampus UNEJ
UNEJ Temukan Indikasi Kecurangan di UTBK SNBT 2025, Begini Kronologi Lengkapnya
Ramai Peserta Rekrutmen Kopdes Merah Putih Protes Tes CAT Bermasalah: Jawaban Acak dan Sering Berubah Sendiri hingga Website Stuck